BMKG Keluarkan Peringatan Dini: Cuaca Ekstrem Intai Jayapura hingga Biak
Jayapura, Melanesiapost – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Papua mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah kabupaten dan kota di Papua pada Rabu (1/4/2026).
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang. Berdasarkan rilis resmi prakirawan BMKG Papua pukul 09.50 WIT, kondisi ini mulai terjadi pada pukul 10.15 WIT dan diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 13.15 WIT.
Beberapa wilayah yang masuk dalam daftar waspada utama meliputi:
- Kota Jayapura: Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Muara Tami, dan Heram.
- Kabupaten Jayapura: Sentani Timur dan Raveni Rara.
- Kabupaten Keerom: Waris, Arso, Senggi, Web, Skanto, Arso Timur, Arso Barat, Mannem, Yaffi, hingga Kaisenar.
- Wilayah Kepulauan: Yapen Barat, Kosiwo, Anotaurei (Kep. Yapen), serta Biak Kota, Biak Barat, Yendidori, Samofa (Biak Numfor), dan sebagian besar wilayah Supiori.
BMKG juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca buruk ini dapat meluas ke wilayah sekitarnya, di antaranya:
- Kabupaten Jayapura: Sentani, Depapre, Sentani Barat, Kemtuk, Waibu, Yapsi, hingga Airu.
- Kabupaten Kepulauan Yapen: Yapen Selatan, Angkaisera, Yapen Utara, Teluk Ampimoi, dan Windesi.
- Kabupaten Biak Numfor: Biak Utara, Biak Timur, Warsa, Padaido, hingga Bondifuar.
- Kabupaten Supiori: Supiori Timur dan Supiori Barat.
"Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pukul 13.15 WIT," tulis Prakirawan BMKG Papua dalam keterangan resminya, Rabu (1/4/2026).
Pihak BMKG meminta warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama di wilayah perairan dan daerah rawan longsor atau banjir, untuk tetap berhati-hati. Para pengendara juga diminta waspada terhadap jarak pandang yang berkurang serta potensi pohon tumbang akibat angin kencang.
Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi InfoBMKG guna mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut. (Red)