Victor Urini: “Dana Otsus Harus Prioritaskan Pendidikan Anak Asli Papua di Kabupaten Sorong”

Victor Urini: “Dana Otsus Harus Prioritaskan Pendidikan Anak Asli Papua di Kabupaten Sorong”

Sorong Melanesia post Anggota DPRK Kabupaten Sorong, Victor Urini, menegaskan bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus) yang setiap tahun digelontorkan pemerintah pusat ke Tanah Papua seharusnya diprioritaskan untuk membiayai pendidikan bagi anak-anak Orang Asli Papua (OAP). Menurutnya, tujuan utama dana Otsus adalah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia OAP, khususnya di sektor pendidikan yang hingga kini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Victor Urini menilai, penggunaan dana Otsus di daerah harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat Papua, terutama pendidikan bagi generasi muda OAP di Kabupaten Sorong

Ia menegaskan bahwa masih banyak anak-anak Papua yang kesulitan mengakses pendidikan yang layak, baik karena keterbatasan biaya, fasilitas sekolah, maupun perhatian pemerintah daerah.

Dana Otsus itu hadir untuk orang Papua. Salah satu tujuan paling penting adalah membiayai pendidikan anak-anak Orang Asli Papua. Jangan sampai dana yang besar itu tidak dirasakan langsung oleh anak-anak Papua yang membutuhkan sekolah dan masa depan yang lebih baik,” tegas Victor Urini dalam keterangannya. Senin.(8/4/2026).

Ia juga mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sorong agar lebih serius dalam merancang program pendidikan yang benar-benar menyentuh masyarakat adat. 

Menurutnya, jika dana Otsus dikelola dengan baik dan tepat sasaran, maka tidak boleh lagi ada anak-anak Papua yang putus sekolah karena alasan ekonomi.

Pemerintah daerah harus memastikan bahwa dana Otsus benar-benar digunakan untuk membangun sekolah, memberikan beasiswa, serta mendukung semua kebutuhan pendidikan bagi anak-anak OAP. 

Jangan sampai generasi Papua tertinggal di tanahnya sendiri karena tidak mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Victor juga menyoroti pentingnya keberpihakan pemerintah daerah terhadap sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya merupakan Orang Asli Papua. 

Ia mengatakan, dukungan melalui dana Otsus bisa berupa pembangunan infrastruktur sekolah, penyediaan tenaga pengajar yang berkualitas, hingga program bantuan pendidikan bagi siswa OAP.

“Kalau kita serius membangun Papua, maka kita harus mulai dari pendidikan. Dana Otsus itu harus dipakai untuk mempersiapkan generasi Papua yang cerdas, yang nanti bisa memimpin daerahnya sendiri. Itu sebabnya pendidikan anak OAP harus menjadi prioritas utama,katanya.

Lebih jauh, Victor Urini menegaskan bahwa DPRK Kabupaten Sorong akan terus mengawasi penggunaan dana Otsus agar tidak menyimpang dari tujuan awalnya. 

Ia menilai transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana tersebut sangat penting agar masyarakat Papua benar-benar merasakan manfaatnya.

Menurut Victor, jika pendidikan anak-anak Papua diperkuat sejak sekarang melalui dukungan dana Otsus maka masa depan Papua akan jauh lebih baik. Ia berharap pemerintah daerah tidak hanya menjadikan dana Otsus sebagai anggaran rutin, tetapi benar benar sebagai instrumen untuk membangun manusia Papua yang berdaya saing.

Generasi muda Papua adalah harapan masa depan daerah ini karena itu, dana Otsus harus dipakai untuk membiayai sekolah mereka, memastikan mereka bisa belajar dengan baik, dan kelak menjadi pemimpin yang membangun Papua dari tanahnya sendiri,” pungkas Victor Urini.

Victor Urini juga menegaskan bahwa dana Otsus tidak boleh hanya berhenti pada program-program administratif di atas kertas, tetapi harus benar-benar menyentuh kebutuhan nyata anak-anak Papua di kampung-kampung.

 Ia menyebut masih banyak sekolah di wilayah pedalaman Kabupaten Sorong yang kekurangan fasilitas belajar, buku pelajaran, hingga tenaga pengajar. “Kalau dana Otsus benar-benar dikelola dengan baik, maka kondisi seperti ini seharusnya sudah bisa diatasi sejak lama,” tegasnya.

Menurut Victor, pendidikan bagi Orang Asli Papua bukan hanya soal membangun gedung sekolah, tetapi juga memastikan anak-anak Papua mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing.

 Ia menilai pemerintah daerah harus lebih serius menyiapkan program pendidikan yang berkelanjutan agar generasi muda Papua tidak terus-menerus berada dalam ketertinggalan.

Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan dana Otsus adalah bentuk keberpihakan negara kepada masyarakat Papua yang selama ini mengalami berbagai keterbatasan pembangunan. 

Oleh karena itu, Victor menegaskan bahwa setiap rupiah dana Otsus harus dipastikan kembali kepada rakyat Papua melalui program-program yang nyata dan berdampak langsung.

Jangan sampai dana Otsus yang begitu besar justru tidak memberi perubahan signifikan bagi kehidupan masyarakat Papua, terutama dalam sektor pendidikan.

 Anak-anak Papua harus menjadi prioritas utama, karena merekalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah ini,” ujarnya dengan nada tegas.

Di akhir pernyataannya, Victor Urini kembali menekankan bahwa pemerintah daerah harus menjadikan pendidikan OAP sebagai agenda utama pembangunan

Kami di DPRK akan terus mengawal penggunaan dana Otsus. Ini uang rakyat Papua, jadi harus dipakai untuk kepentingan rakyat Papua, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak OAP di Kabupaten Sorong,

Ia berharap seluruh pihak, baik pemerintah, DPRK, maupun masyarakat, dapat bersama-sama mengawal penggunaan dana Otsus agar benar-benar berpihak pada kemajuan pendidikan dan masa depan generasi Orang Asli Papua di Kabupaten Sorong.