Cetak Pelaut Profesional, SUPM Negeri Sorong Siapkan Fasilitas Simulator hingga Pola Asrama

Cetak Pelaut Profesional, SUPM Negeri Sorong Siapkan Fasilitas Simulator hingga Pola Asrama

SORONG KOTA, Melanesiapost – Menyongsong tahun ajaran baru, SUPM Negeri Sorong memastikan kesiapan sarana dan prasarana guna mendukung proses belajar mengajar berbasis kompetensi. Mengusung pola pendidikan asrama (boarding school), sekolah ini berkomitmen membentuk karakter disiplin serta keahlian teknis tingkat tinggi bagi para siswanya agar siap bersaing di dunia industri global.

Plt. Kepala SUPM Sorong, Ibnu Khotob Rinjani, menyatakan bahwa fasilitas yang tersedia di kampus saat ini sangat memadai untuk menunjang kurikulum Teaching Factory. Fasilitas tersebut mencakup asrama putra dan putri yang terpisah, ruang kelas yang nyaman, serta berbagai laboratorium spesialis. Salah satu keunggulan utama adalah keberadaan ruang navigasi dan ruang simulator yang memungkinkan siswa berlatih mengemudikan kapal dalam simulasi kondisi laut yang nyata.


"Selain laboratorium bahasa dan perpustakaan, kami juga memiliki bengkel mesin, laboratorium pengolah budidaya, serta kapal latih. Meskipun ada beberapa ruang kelas yang memerlukan pemeliharaan kecil karena sempat vakum, secara keseluruhan sarana prasarana kami sangat siap," kata Ibnu.

Pendidikan di SUPM Sorong tidak hanya memberikan ijazah sekolah menengah, tetapi juga sertifikasi profesi yang diakui secara internasional. Lulusan jurusan Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) akan mendapatkan sertifikat Ahli Kapal Penangkap Ikan (Ankapin) Tingkat 2. Sementara itu, lulusan jurusan Teknika Kapal Penangkap Ikan (TKPI) akan memperoleh sertifikat Ahli Teknika Kapal Penangkap Ikan (Atkapin) Tingkat 2 serta Lulusan budidaya memperoleh sertifikat (CBIB) dan Lulusan Pengolahan memperoleh sertifikat (HACCP).


"Sertifikat ini sangat krusial di dunia kerja. Dengan Ankapin atau Atkapin Tingkat 2, lulusan kami memiliki legalitas resmi untuk menjadi nakhoda atau perwira di kapal-kapal perikanan besar. Inilah yang membuat lulusan SUPM sangat diminati oleh perusahaan-perusahaan kelautan," tambahnya.

Kurikulum yang digunakan mengacu pada standar internasional Standards of Training, Certification, and Watchkeeping for Fishing Vessel Personnel (STCW-F 95). Dengan perpaduan antara fasilitas modern, instruktur berpengalaman, dan disiplin tinggi melalui pola asrama, SUPM Sorong optimis dapat terus mewujudkan visinya menghasilkan tenaga teknis menengah yang kompeten bagi pembangunan kelautan dan perikanan di Indonesia, khususnya di Tanah Papua. (Red)