Pertama di Tanah Papua, Politeknik KP Sorong Luncurkan Teaching Factory Budidaya Kerang

Pertama di Tanah Papua, Politeknik KP Sorong Luncurkan Teaching Factory Budidaya Kerang

Sorong Kota, Melanesiapost – Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sorong resmi meluncurkan Teaching Factory (TEFA) Budidaya Kerang yang berlokasi di Kolam Wanamina, Kota Sorong. Inovasi ini menjadi yang pertama di Tanah Papua dan diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pesisir serta pencetak wirausahawan muda di sektor perikanan.

Peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran akademisi, instansi vertikal KKP, hingga Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Gubernur Papua Barat Daya melalui Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan (P2KP), Absalom Solossa, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri (DUDI).

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan teori, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung aplikatif. Hal ini penting untuk menjawab kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing SDM di sektor kelautan,” ujar Absalom saat membacakan sambutan Gubernur.

Ia menambahkan, sebagai daerah dengan potensi laut yang besar, budidaya kerang merupakan komoditas unggulan yang relevan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan di wilayah Papua Barat Daya.


Direktur Politeknik KP Sorong, Daniel Heintje Ndahawali, S.Pi., menjelaskan bahwa TEFA merupakan pendekatan pola pembelajaran vokasi di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di kawasan terintegrasi Kolam Wanamina, para taruna-taruni mempraktikan langsung budidaya kerang, bandeng, hingga udang busmetick.

“Kami menggabungkan teori dengan praktik nyata mengikuti standar operasional prosedur (SOP) industri. Jadi, ketika mereka lulus, mereka sudah siap menerapkan untuk menggerakkan industri perikanan, khususnya di kawasan timur Indonesia,” jelas Daniel.

Menariknya, budidaya kerang ini memiliki keunggulan efisiensi yang tinggi. “Budidaya kerang ini tidak perlu memberikan pakan tambahan, aerator, atau alat bantu lainnya, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan,” tambahnya.

Apresiasi senada datang dari Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Barat, I Wayan Kertanegara. Menurutnya, potensi pasar kerang dari Papua sangat terbuka lebar di kancah internasional.

"Ternyata Thailand sangat meminati kerang darah dari Papua Barat Daya ini. Saat ini bahkan sudah ada tonase yang dikirim setiap minggunya ke luar negeri. Jika produksi bisa ditingkatkan dengan kualitas yang terjamin, ini akan menjadi sumber pendapatan daerah baru yang luar biasa," ungkap I Wayan.

Kepala Dinas P2KP, Absalom Solossa, juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berkolaborasi dengan Politeknik KP Sorong dalam mengembangkan inovasi lain, seperti pelatihan transplantasi terumbu karang hingga pembangunan pabrik pakan mini.

Kegiatan peluncuran ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Perikanan Sorong, Kepala Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu (PPM) Sorong, Plt Kepala SUPM Sorong, serta para Dekan Fakultas Perikanan dari UNAMIN, UKIP, dan UNIMUDA Sorong.(Red)