Atasi Sampah Organik, Rumah Maggot Aimas Jadi Role Model Pengelolaan Sampah di Papua Barat Daya

Atasi Sampah Organik, Rumah Maggot Aimas Jadi Role Model Pengelolaan Sampah di Papua Barat Daya

AIMAS, melanesiapost.com – Masalah sampah organik akibat pertumbuhan penduduk yang pesat di Provinsi Papua Barat Daya mulai menemukan titik terang. Rumah Maggot Aimas yang berlokasi di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, kini diproyeksikan menjadi role model (percontohan) sekaligus solusi konkret dalam menekan volume sampah di wilayah tersebut.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat dengan menggandeng sektor swasta untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah berbasis budidaya maggot ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, ST., M.Si, menyatakan bahwa pihaknya tengah aktif melakukan pendekatan kepada perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di wilayah tersebut. Terbaru, manajemen PetroGas dari divisi environment diundang langsung untuk melihat proses penanganan sampah organik menggunakan maggot.


"Tujuannya, kita meminta dukungan kepada pihak manajemen PetroGas agar dalam penyusunan program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka, dapat mengakomodir atau mendorong dukungan terhadap pengelolaan sampah organik menggunakan maggot ini," ujar Julian Kelly Kambu saat memberikan keterangan.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan bukan sekadar imbauan, melainkan kewajiban yang tertuang dalam dokumen lingkungan mereka. Selain PetroGas, DLH juga membidik perusahaan lain seperti Gag Nikel, Pertamina, hingga perusahaan kelapa sawit.

Menindaklanjuti instruksi Presiden terkait penanganan sampah, DLH Papua Barat Daya telah melaporkan rencana strategis kepada Gubernur. Pada pekan depan, dijadwalkan akan digelar rapat koordinasi yang melibatkan Bupati, Walikota, serta OPD teknis seperti Bappeda dan Badan Keuangan.

"Kita akan menginventarisir semua permasalahan sampah di Papua Barat Daya. Setiap daerah diminta mempresentasikan program penanganan sampah mereka, baik organik maupun non-organik. Kita bagi kewenangan: mana yang menjadi porsi Provinsi, Kabupaten/Kota, maupun Pusat," tambahnya.

Pengelolaan sampah organik di Rumah Maggot Aimas bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga mitigasi perubahan iklim. Sampah yang membusuk di TPA tanpa pengelolaan merupakan sumber gas metana yang memicu pemanasan global.

Julian Kelly menekankan bahwa dampak buruk sampah yang tidak terkelola—seperti banjir dan kekeringan—dapat mengancam masa depan generasi mendatang.

"Jika sampah tidak dikelola dengan baik hari ini, hal itu akan mengganggu Generasi Emas tahun 2045. Ini adalah tanggung jawab kita bersama antara pemerintah dan dunia usaha," tegasnya menutup wawancara.(ZW)