"GEMASKA" DILUNCURKAN: INIASIASI GERAKAN SADAR KESELAMATAN DI BANDARA WERUR

"GEMASKA" DILUNCURKAN: INIASIASI GERAKAN SADAR KESELAMATAN DI BANDARA WERUR

Tambrauw, Papua Barat Daya – Keselamatan penerbangan di Bandara Werur, Distrik Bikar, Kabupaten Tambrauw, kini menjadi fokus utama Pemerintah Daerah. Merespons tantangan risiko operasional yang tinggi, Kepala Seksi Kebandaraan, Helen Lidia Rumfaker, S.Sos., meluncurkan sebuah Proyek Perubahan strategis bertajuk "Terwujudnya Gerakan Sadar Keselamatan di Bandara Werur" dengan slogan yang mudah diingat: GEMASKA ( gerakan Masyarakat Sadar Keslamatan).

Bandara Werur dikenal sebagai urat nadi perekonomian vital dan penghubung utama bagi Kabupaten Tambrauw. Namun, observasi di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kondisi yang mengkhawatirkan, seperti terbatasnya pemahaman masyarakat tentang zona-zona kritikal, serta aktivitas berisiko seperti melintasnya orang dan hewan secara tidak terkendali di area runway dan apron.

Dalam ringkasan eksekutifnya, Helen Lidia Rumfaker menegaskan bahwa keselamatan penerbangan bukan hanya tugas otoritas bandara, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat yang berinteraksi langsung dengan lingkungan bandara.

"Tanpa budaya sadar keselamatan yang terintegrasi, potensi insiden bahkan kecelakaan dapat terjadi, yang dapat mengakibatkan kerugian besar," ujar Ibu Helen. GEMASKA ( gerakan Masyarakat Sadar Keslamatan) dirancang sebagai aksi kolaboratif yang sistematis dan berkelanjutan untuk membangun pemahaman dan mengubah perilaku, demi menciptakan lingkungan bandara yang aman dan tertib."


Proyek ini bertujuan utama untuk mewujudkan budaya sadar keselamatan (safety culture) di lingkungan Bandara Werur secara kolaboratif.

Proyek perubahan ini memiliki target yang jelas, terbagi dalam tiga tahapan:

  1. Jangka Pendek (0-3 Bulan): Terwujudnya gerakan sadar keselamatan masyarakat di wilayah bandara.

  2. Jangka Menengah (4-9 Bulan): Terbangunnya budaya sadar keselamatan masyarakat.

  3. Jangka Panjang (10 Bulan ke atas): Terwujudnya tata kelola pelayanan kebandaraan yang lebih baik di Dinas Perhubungan Udara.

Ruang lingkup kegiatan GEMASKA mencakup empat pilar utama:

  1. Edukasi dan Sosialisasi: Pemberian pemahaman keselamatan kepada masyarakat dan kampanye publik yang melibatkan stakeholder.

  2. Penguatan Sistem Pengawasan: Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk memantau area rawan dan pemasangan rambu peringatan di titik kritis.

  3. Pengembangan Kapasitas: Pelatihan anggota Satgas dan forum koordinasi rutin.

  4. Institusionalisasi Gerakan: Integrasi materi keselamatan ke dalam peraturan kampung dan pembentukan Kelompok Masyarakat Mandiri (Pokmasdar).

Inisiatif ini membawa manfaat signifikan bagi organisasi dan masyarakat. Bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Tambrauw, GEMASKA diharapkan dapat meningkatkan kinerja institusi, mengurangi beban kerja akibat penanganan insiden, serta meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, bagi masyarakat, proyek ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih aman dengan berkurangnya risiko kecelakaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki.

“Masyarakat tidak lagi menjadi objek dari aturan, tetapi menjadi bagian aktif dari solusi. Dengan terwujudnya Bandara Werur yang aman, tertib, dan nyaman, konektivitas antar wilayah akan meningkat, yang pada akhirnya dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Tambrauw secara berkelanjutan,” tutup Ibu Helen.

Sumber : HELEN LIDIA RUMFAKER selaku Kepala Seksi Kebandaraan di Dinas Perhubungan Kabupaten Tambrauw