Ibadah Syukur HUT ke-47 PI di Tanah Sehrun–Kofalit, Jemaat GKI Efata Kofalit Didorong Tetap Teguh Memberitakan Injil

Ibadah Syukur HUT ke-47 PI di Tanah Sehrun–Kofalit, Jemaat GKI Efata Kofalit Didorong Tetap Teguh Memberitakan Injil

Teminabuan Melanesia post Jemaat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Efata Kofalit, Klasis GKI Klasis Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya menggelar ibadah syukur memperingati HUT ke-47 Pekabaran Injil (PI) di Tanah Sehrun–Kofalit pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Ibadah syukur tersebut berlangsung khidmat dan penuh sukacita bersama jemaat yang memadati gedung gereja sejak pagi hari. Momentum ini menjadi pengingat perjalanan panjang pelayanan Injil yang telah bertumbuh dan berakar di tengah masyarakat adat di wilayah tersebut.


Pelayan firman, Pdt. Maribeth Amelia Klaibin, S.Ssi, dalam khotbahnya yang diambil dari pembacaan firman Tuhan Roma 1:16–17, menegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang membawa keselamatan bagi setiap orang yang percaya.

“Firman Tuhan dalam Roma 1:16 mengatakan bahwa kita tidak boleh malu terhadap Injil, sebab Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Karena itu, jemaat di tanah Sehrun–Kofalit harus tetap berdiri teguh dalam iman dan terus menjadi saksi Kristus di tengah dunia,” ujar Pdt. Maribeth dalam khotbahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan 47 tahun Pekabaran Injil bukanlah waktu yang singkat, melainkan sebuah sejarah panjang perjuangan iman yang diwariskan oleh para penginjil, pendeta, dan para penatua gereja yang telah melayani dengan setia.

“Perjalanan 47 tahun Pekabaran Injil di tanah ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa Tuhan bekerja melalui orang-orang sederhana yang dipakai-Nya untuk membawa terang Injil. Karena itu generasi hari ini harus melanjutkan warisan iman tersebut dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Menurutnya, jemaat harus terus menjaga persatuan, saling menopang dalam pelayanan, serta menjaga kehidupan iman di tengah berbagai tantangan zaman yang terus berubah.

“Gereja tidak boleh berhenti hanya pada perayaan ulang tahun. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus hidup sesuai kebenaran firman Tuhan, berjalan dalam iman, dan menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat,” tuturnya.


Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk melihat kembali makna kehadiran gereja di tengah masyarakat adat sebagai terang dan garam bagi lingkungan sekitar.

“Gereja harus menjadi tempat yang membawa damai, pengharapan, dan kekuatan bagi umat. Jemaat harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, dalam pekerjaan, maupun dalam kehidupan sosial di kampung,” tambahnya.

Perayaan ibadah syukur HUT ke-47 Pekabaran Injil di Tanah Sehrun–Kofalit ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh jemaat untuk terus menjaga iman, memperkuat pelayanan, dan melanjutkan misi pekabaran Injil bagi generasi yang akan datang.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Panitia Hari-Hari Besar Gereja Jemaat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Efata Kofalit, Jefry Krenak, dalam sambutannya pada ibadah syukur HUT ke-47 Pekabaran Injil di Tanah Sehrun–Kofalit, Sabtu (14/3/2026), menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi jemaat selama puluhan tahun perjalanan pelayanan gereja.

Jefry Krenak mengatakan bahwa peringatan HUT Pekabaran Injil ini bukan sekadar sebuah perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum penting bagi jemaat untuk mengenang sejarah masuknya Injil dan memperkuat iman serta kebersamaan di tengah kehidupan masyarakat.

“Perayaan HUT Pekabaran Injil yang ke-47 di tanah Sehrun–Kofalit ini adalah bentuk ungkapan syukur kami kepada Tuhan atas kasih dan penyertaan-Nya bagi jemaat Gereja Kristen Injili di Tanah Papua Efata Kofalit. Selama puluhan tahun Injil telah bertumbuh dan menjadi terang bagi kehidupan masyarakat di wilayah ini,” ujar Jefry dalam sambutannya.

Ia juga menegaskan bahwa gereja memiliki peran penting dalam membangun kehidupan rohani, persaudaraan, dan nilai-nilai kasih di tengah masyarakat adat di wilayah Klasis GKI Klasis Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan.

Melalui perayaan ini kami diingatkan kembali bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga tempat membangun persaudaraan, membangun iman, serta menjaga nilai-nilai kasih dan kedamaian di tengah masyarakat,” katanya.

Jefry juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat, panitia, dan pelayan gereja yang telah bekerja sama mempersiapkan kegiatan ibadah syukur tersebut hingga dapat terlaksana dengan baik.

Kami sebagai panitia Hari-Hari Besar Gereja mengucapkan terima kasih kepada seluruh jemaat, para pelayan firman, penatua, dan semua pihak yang telah mendukung sehingga ibadah syukur HUT Pekabaran Injil ke-47 ini dapat berjalan dengan baik dan penuh sukacita,” ungkapnya.

Ia berharap momentum perayaan ini dapat semakin mempererat persatuan jemaat serta mendorong generasi muda gereja untuk terus menjaga dan melanjutkan pelayanan Injil di masa mendatang.

Harapan kami, generasi muda gereja di tanah Sehrun Kofalit dapat terus melanjutkan pelayanan dan menjaga iman yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, sehingga Injil tetap hidup dan bertumbuh di tanah ini,

Suasana ibadah berlangsung penuh sukacita dengan pujian dan doa syukur yang dipanjatkan bersama, sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya selama puluhan tahun pelayanan gereja di wilayah tersebut.