Ketua MRP Ungkap Dialog Budaya Simbol Persatuan Pemerintah dan Masyarakat di PBD

Ketua MRP Ungkap Dialog Budaya Simbol Persatuan Pemerintah dan Masyarakat di PBD

 Kota Sorong- Dialog Budaya ini bukan sekadar ajang seremonial, tetapi merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai luhur budaya Papua yang berlandaskan kekerabatan, gotong royong, dan rasa hormat kepada sesama. Melalui dialog budaya ini, kita diajak untuk saling memahami dan menghargai perbedaan, sekaligus memperkokoh semangat Merah Putih sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa di tanah Papua Barat Daya.

pernyataan itu disampaikan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya Alfons Kambu, S. H di Kota Sorong PBD, pada 13/11/2025.

Kegiatan dialog budaya ini dilakukan Dewan pimpinan wilayah Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia Provinsi Papua Barat Daya ini berlangsung di Hotel M Kyriad kota Sorong, itu dia bilang, Dalam konteks pembangunan daerah, kegiatan seperti ini memiliki arti strategis. 

"Dialog budaya dapat menjadi wadah penyatuan gagasan, sarana pertukaran nilai, dan jembatan komunikasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan generasi muda. Nilai-nilai budaya Papua yang kaya harus dijadikan fondasi dalam merancang kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan," Ujarnya Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua Barat Daya ini. 

Katanya, kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjaga harmoni sosial dan memperkuat identitas kebangsaannya.

"Ke depan, Barisan Merah Putih harus menjadi motor penggerak yang menyalakan semangat nasionalisme di tengah masyarakat Papua Barat Daya. Melalui kegiatan budaya, pendidikan, dan dialog lintas komunitas, kita dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai melalui persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong," Pesan Ketua MPR ini. 

 Saya berharap kata dia generasi muda Papua terus melanjutkan perjuangan ini dengan hati yang tulus dan semangat yang membara, agar Papua Barat Daya menjadi daerah yang damai, berdaya saing, dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya langkah ini menyatukan untuk saling konektivitas demi mendukung program pemerintah Daerah PBD dan arah kebijakan pembangunan infrastruktur yang berbasis kebudayaan lokal. 

Melalui dialog ini ada rekomendasi tindakan nyata positif untuk membawa berubah kepada masyarakat. Agar masyarakat tidak hanya tahu NKRI tapi mereka juga bisa rasakan kehadiran negara ini untuk semua umat manusia di pelosok nusantara. dengan demikian keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu mampu menyentuh di hati masyarakat tanpa memandang latar belakang serta golongan dan jabatannya,"ucap Alfons Kambu itu dalam arahannya. Menyoroti Menjaga Harmoni dalam keberagaman Papua Barat Daya. (EW)