Peresmian Menara Lonceng GKI Getsemani Wehali Jadi Simbol Iman dan Kebersamaan Jemaat
Teminabuan, Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr. AP, meresmikan Menara Lonceng Jemaat GKI Getsemani Wehali Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya. Peresmian berlangsung pada Jumat (12/9/2025) di halaman gereja jemaat tersebut, disertai ibadah syukur penuh kegembiraan.
Dalam prosesi itu, pentahbisan dipimpin Ketua Klasis Teminabuan Pdt. Timotius Sagisolo, S.Si., MM, kemudian ibadah syukur dipimpin Pdt. Yunesti Sagrim, S.Si. Theol jadi Menara lonceng ini akan digunakan untuk memanggil umat percaya agar datang bersekutu, memuji, dan memuliakan Tuhan. Ini bukan sekedar bangunan, tapi simbol iman jemaat yang terus hidup,” tegas Bupati Petronela Krenak dalam Berbagainya.(12/9/2025).
Ia menekankan bahwa pemerintah dan gereja tidak bisa berjalan sendiri. “Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan adalah mitra gereja. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa gereja, begitu pula sebaliknya. Gereja harus ada bersama-sama dengan pemerintah daerah,” ungkapnya.(12/9/2025).
Lebih jauh ia menegaskan peran gereja sebagai kekuatan rohani penopang pemerintah. Saya selalu sampaikan di mana-mana bahwa gereja mempunyai tugas untuk berdoa bagi pemerintah Kabupaten Sorong Selatan. Sementara pemerintah punya tanggung jawab memperhatikan pelayanan di seluruh wilayah Sorong Selatan, kata Petronela Krenak.
Bupati juga meminta jajaran pejabat daerah agar mendukung pembangunan rumah Tuhan. Sebagai pimpinan OPD, jangan pernah menutup diri terhadap pembangunan gedung gereja. Ketika kita hadir dan terlibat dalam pembangunan gereja, maka berkat Tuhan akan turun bagi kita semua, ujarnya.(12/9/2025).
Ia menambahkan bahwa pembangunan gereja bukan hanya persoalan fisik, tapi mencakup pertumbuhan iman dan kesejahteraan daerah. Mari kita bersama-sama bergerak membangun gereja. Di situlah iman kita tumbuh dan berkembang. Jika kita membujuk Tuhan, maka negeri tempat kita bekerja juga akan mengubahnya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Klasis Teminabuan Pdt. Timotius Sagisolo menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bergotong-royong membangun menara lonceng. Badan Pekerja Klasis Teminabuan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dortheis Sesa, jemaat, serta masyarakat di Wehali dan Magis. Karena berkat kerja sama semua pihak, menara ini bisa selesai tepat waktu dan hari ini kita resmikan, katanya.(12/9/2025).
Ia menegaskan bahwa menara lonceng ini adalah aset rohani yang penting. “Ini bukan sekedar bangunan, tapi aset Gereja Kristen Injili di Tanah Papua, khususnya jemaat GKI Getsemani Wehali. Aset ini akan menjadi penanda iman dan semangat kebersamaan umat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan makna rohani dari pembangunan itu. "Setiap batu yang disusun memiliki makna. Ini bukan sekedar fisik, tapi menjadi cerita iman penting bagi kita semua. Mari kita bersyukur kepada Tuhan, karena hanya oleh kasih-Nya semua ini bisa terwujud," ujar Timotius Sagisolo.
Ia juga menambahkan harapannya. “Kami percaya, Tuhan akan terus membantu jemaat ini, membantu kampung-kampung di sekitar, bahkan mengantar ke seluruh Kabupaten Sorong Selatan. Jemaat Wehali harus menjadi saluran berkat bagi banyak orang,” ungkapnya.(12/9/2025).
Sementara itu, Ketua PHMJ Jemaat GKI Getsemani Wehali sekaligus Ketua Panitia Peresmian, Pnt. Jemris Kehek, menyampaikan laporan perjalanan pelayanan jemaat. “Jemaat GKI Getsemani Wehali berdiri sejak 1941 dan kini telah berusia 84 tahun. Selama itu, kami belum pernah memiliki menara lonceng yang permanen. Hari ini doa panjang jemaat akhirnya terjawab, jelasnya.(12/9/2025).
Ia menjelaskan bahwa pembangunan ini lahir dari kebutuhan jemaat sekaligus identitas rohani. “Menara lonceng ini menjawab pergumulan panjang jemaat. Fungsinya bukan hanya sebagai penanda waktu ibadah, tetapi juga simbol spiritual, identitas komunitas, sekaligus pusat kebersamaan umat,ujar Jemris Kehek.(12/9/2025).
Ia menambahkan bahwa keberadaan menara lonceng memiliki nilai teologis yang mendalam. “Lonceng ini memanggil umat untuk bersekutu. Ia menjadi tanda kehadiran Tuhan di tengah jemaat, sekaligus aset berharga GKI di Tanah Papua,” katanya.(12/9/2025).
Dalam kesempatan itu, Jemris juga menegaskan peran menara lonceng sebagai pengikat solidaritas jemaat. “Ini adalah simbol kebersamaan dan pertumbuhan iman percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan lonceng ini, jemaat akan selalu diingatkan untuk hidup dalam iman dan pelayanan, katanya.(12/9/2025).
Hadir dalam acara peresmian tersebut, jajaran pejabat daerah dan tokoh penting, antara lain Kapolres Sorong Selatan AKBP Gleen Rooi Molle, SIK, Wakil Ketua I MRP Papua Barat Daya Susance Saflesa, Wakil Ketua I DPRD Sorong Selatan Ali Juhuri, Wakil Ketua II DPRD Matius Howay, Komisaris Bank Papua Dortheis Sesa, SE, serta sejumlah tokoh masyarakat, adat, perempuan, dan pemuda.
Kepala-kepala dinas, anggota DPRD, hingga kepala kampung ikut menghadiri momentum bersejarah tersebut. Kehadiran mereka menandai dukungan pemerintah dan masyarakat bagi pertumbuhan pelayanan gereja di Sorong Selatan.
Kami percaya, menara lonceng ini bukan hanya milik Jemaat GKI Getsemani Wehali, tetapi milik seluruh masyarakat. Ia menjadi simbol iman yang hidup, simbol persatuan, dan penanda bahwa gereja di tanah Papua terus berdiri tegak,pungkas Jemris Kehek.(12/9/2025).
(Gamaliel.K)