Seniman dan Budayawan Papua Barat Daya Desak Pembentukan Dinas Kebudayaan Mandiri
SORONG, 31/07/25 Papua Barat Daya – Para seniman dan budayawan di Provinsi Papua Barat Daya menyuarakan keprihatinan mendalam atas kurangnya perhatian terhadap pengembangan kebudayaan di wilayah Papua Barat Daya. Keresahan ini memuncak pada desakan kuat untuk segera membentuk Dinas Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya yang mandiri, terpisah dari Dinas Pendidikan yang saat ini menaunginya.
Selama ini, bidang kebudayaan di Papua Barat Daya masih berada di bawah payung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Para pegiat seni dan budaya merasa struktur ini tidak relevan dengan kebutuhan dan potensi kebudayaan lokal yang sangat kaya. "Kami merasa seperti anak tiri. Fokus Dinas Pendidikan tentu pada pendidikan, sehingga urusan kebudayaan seringkali terpinggirkan," ujar Bapak David Kapisa, seorang budayawan senior asal Sorong.
Mereka berpendapat bahwa penggabungan ini menghambat pengembangan program-program kebudayaan yang lebih terarah dan spesifik. Kurangnya anggaran, sumber daya manusia, serta kebijakan yang memihak pada pelestarian dan promosi kebudayaan menjadi keluhan utama. "Bagaimana kami bisa berkembang jika dana untuk pementasan seni atau pelatihan budaya selalu minim? Padahal, Papua Barat Daya punya begitu banyak warisan budaya yang perlu dilestarikan," tambah Fredrik Naa, seorang seniman di bidang tari tradisional.
Keinginan untuk memiliki dinas kebudayaan mandiri ini semakin menguat seiring dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Kementerian Kebudayaan. Para seniman dan budayawan melihat ini sebagai momentum emas untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi pemerintah pusat yang lebih memprioritaskan sektor kebudayaan.
"Dengan adanya Kementerian Kebudayaan di tingkat pusat, sudah seharusnya provinsi juga memiliki dinas yang fokus pada hal ini. Ini bukan hanya soal birokrasi, tapi bagaimana kebudayaan bisa menjadi garda terdepan dalam pembangunan karakter bangsa dan peningkatan ekonomi kreatif daerah," kata Bapak Yulianus Ulim, Seniman Musik Tradisional Papua Barat Daya.
Mereka berharap Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dapat segera menanggapi aspirasi ini dan memulai proses pembentukan Dinas Kebudayaan. Dengan adanya dinas yang mandiri, diharapkan akan ada alokasi anggaran yang lebih memadai, program-program yang lebih inovatif, serta kebijakan yang lebih progresif untuk memajukan seni dan budaya Papua Barat Daya. Ini juga akan membuka lebih banyak peluang bagi para seniman dan budayawan untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperkenalkan kekayaan budaya Papua Barat Daya ke kancah nasional maupun internasional.