Tiga Rumah Hancur Diterjang Longsor di Sorong, Yonzipur 20/PPA Bergerak Cepat

Tiga Rumah Hancur Diterjang Longsor di Sorong, Yonzipur 20/PPA Bergerak Cepat

Bencana longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi menerjang tiga rumah warga di Jalan F. Kalasuat, Kompleks Kelapa Dua, Kelurahan Malamso, Distrik Malaisimsa, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (4/8/2025). Akibatnya, satu rumah rata dengan tanah, sementara dua lainnya mengalami kerusakan parah. Empat orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 20/PPA, Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P., yang mendapatkan informasi langsung dari Panglima Kodam XVIII/Kasuari, segera mengerahkan 20 personelnya untuk membantu penanganan di lokasi. Batalyon Zeni Tempur 20/PPA yang merupakan pasukan reaksi cepat penanggulangan bencana di Papua Barat Daya, langsung turun tangan membersihkan puing-puing longsor.

"Kami sebagai batalyon komposit penanggulangan bencana langsung bergerak mengerahkan personel dengan perlengkapan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana longsor," ujar Letkol Czi Fadil.


Ia mengatakan, timnya bekerja sama dengan warga setempat serta aparat dari Kodim dan Korem. Mereka menggunakan peralatan seperti gergaji mesin untuk memotong pohon yang menimpa rumah warga dan membersihkan material longsor.

Salah satu warga korban longsor, Minggas Mengge menceritakan musibah yang dialaminya. "Tadi malam sekitar jam 11, saat kami baru mau tidur terdengar bunyi longsor. Saat kami lari keluar rumah, berada di depan pintu rumah, pohon sudah tumbang jatuh menimpa rumah," katanya.

Dengan panik, Minggas dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri dari belakang rumah, meski harus keluar dalam kondisi hujan deras dan listrik padam. Mereka terpaksa mengungsi di rumah tetangga yang lebih aman. Longsor tersebut tidak hanya menghancurkan bangunan, tetapi juga merusak perabotan rumah tangga dan satu unit sepeda motor.



Selain kerugian material, bencana ini juga mengakibatkan empat warga mengalami luka-luka. Salah satunya, Agustinus Mengge (54), mengalami patah tulang pada tangan kiri akibat tertimpa pohon. Korban luka lainnya yaitu Enos Wugaje (75) dan Ance Wugaje (39) yang mengalami luka lecet di bagian kepala dan punggung. Seorang balita berusia satu tahun, Dean Manutune, juga menjadi korban dengan luka lecet di bagian kepala.

Saat ini, upaya penanganan masih terus berlangsung. Pihak berwenang dan warga bergotong-royong membersihkan reruntuhan bangunan, tanah, dan pohon yang menimpa rumah. Mengingat masih ada tanah menggantung dan pohon besar di tebing atas lokasi, aparat meminta warga untuk waspada.

(Rabin. Y)