TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab Atas Tewasnya Satu Orang di Tambrauw
Tambrauw, Melanesiapost – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah melakukan aksi penyerangan yang menewaskan satu orang di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, pada Minggu (8/3/2026).
Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulisnya pada Senin (9/3/2026) menyatakan bahwa laporan resmi telah diterima dari KODAP XXXIII Tambrauw. Aksi tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.00 WIT di wilayah Kampung Banfot, Distrik Feef, dan Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama.
Berdasarkan laporan Pimpinan Batalyon Sawok, Thobias Yekwam, penyerangan dilakukan dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam terhadap orang yang mereka duga sebagai anggota aparat keamanan.
"Dalam penyerangan tersebut, satu orang dinyatakan tewas, sementara satu orang lainnya dilaporkan berhasil meloloskan diri," ujar Thobias dalam sebuah penggalan video yang beredar.
Menurutnya aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah anggota yakni, Silas Yesnath, Daud Yanggren, dan Yohanis Yeblow.
Thobias mengatakan agar pihak keamanan tidak melakukan tindakan salah tangkap atau meneror warga sipil di kampung-kampung pasca insiden tersebut.
"Silakan cari kami TPNPB yang bertanggung jawab. Jangan teror warga sipil," kata Thobias dalam rekaman tersebut.
TPNPB-OPM juga menyatakan bahwa aksi ini tidak berkaitan dengan tuntutan pembangunan, pemekaran wilayah, ataupun materi. Mereka menyatakan tujuan utama mereka hanyalah satu, yakni kemerdekaan Papua.
Bersamaan dengan klaim tersebut, mereka mengeluarkan imbauan kepada warga sipil, baik orang asli Papua maupun non-Papua, untuk segera mengosongkan wilayah-wilayah yang dianggap sebagai zona konflik antara TPNPB dan aparat keamanan. (Red)