Dua Kubu KNPI Papua Barat Daya Jadi Sorotan di Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Elisa Kambu Tekankan Pentingnya Persatuan

Dua Kubu KNPI Papua Barat Daya Jadi Sorotan di Hari Sumpah Pemuda, Gubernur Elisa Kambu Tekankan Pentingnya Persatuan

SORONG, Melanesiapost – Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Provinsi Papua Barat Daya diwarnai dengan sorotan khusus terhadap persoalan dualisme kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu, saat memberikan tanggapannya terkait peran strategis pemuda di wilayah otonomi baru tersebut.   

Gubernur Elisa Kambu mengungkapkan bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap induk organisasi kepemudaan yang bertugas mengoordinasikan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Menurutnya, kondisi dualisme yang terjadi hingga saat ini membuat pemerintah terkendala dalam memastikan keabsahan kepengurusan yang sah.   

"Induk dari organisasi kepemudaan yang mengoordinasikan KNPI ini kan terjadi dualisme. Jadi sampai hari ini belum bisa... kita belum tahu persis mana KNPI yang sebenarnya terjadi," ujar Elisa Kambu.

   

Meski di tengah keterbatasan anggaran dan dinamika organisasi yang ada, Gubernur menegaskan bahwa pemerintah provinsi tetap berupaya hadir dan memberikan dukungan secara proporsional kepada seluruh elemen pemuda demi kemajuan daerah. Fokus pembangunan kepemudaan saat ini diarahkan pada sektor pendidikan—mulai dari usia dini dan kesehatan—serta pembinaan di bidang olahraga.   

Pihaknya juga berencana untuk membangun komunikasi serta mengonsolidasikan cabang-cabang olahraga dan kepemudaan yang ada agar pembinaan terhadap para atlet dan pemuda dapat berjalan secara berkala.   

Menutup keterangannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan harapan besar agar para pemuda di Papua Barat Daya dapat kembali merajut kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa esensi dari Sumpah Pemuda adalah persatuan.   

"Saya harap pemuda kembali kepada... rohnya Sumpah Pemuda ini hamsunya... harus bersatu. Nanti kita sambil berbenah, itu juga menjadi tanggung jawab kita. Kalau Tuhan izinkan ada waktu, kita bisa kumpulkan mereka untuk kita diskusi," pungkasnya.