Generasi Muda Manggroholo dan Sira Dibekali Pengetahuan Kain Adat, Upaya Melestarikan Warisan Budaya Papua

Generasi Muda Manggroholo dan Sira Dibekali Pengetahuan Kain Adat, Upaya Melestarikan Warisan Budaya Papua

SORONG SELATAN, PAPUA BARAT DAYA, Melanesiapost – Upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya masyarakat adat sadir wet Ifi Distrik saifi dan Papua terus mendapat perhatian melalui kegiatan pelatihan pengenalan mata kain adat bagi generasi muda Kampung Manggroholo dan Sira, Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Manggroholo ini mengangkat tema "Melestarikan Budaya Lokal Melalui Pelatihan Pengenal Mata Kain sebagai Warisan Budaya Papua."


Berdasarkan keterangan dari Ketua Sadir Wet Ifi Frengky Sremere pada Wartawan Jurnal telegrafe Rakyat kegiatan, pelatihan tersebut ditujukan kepada generasi muda Manggroholo dan Sira sebagai bagian dari upaya memperkenalkan serta mempertahankan pengetahuan tentang kain adat yang menjadi salah satu kekayaan budaya masyarakat Distrik Saifi kabupaten Sorong Selatan dan Papua.

Turut hadir dalam kegiatan Pelatihan Pengenala mata kain adat bagi generasi Manggroholo sira Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sorong Selatan Noak Kladit.S.Sos Sekertaris Distrik Saifi Arisus Srefle.,ST. H.M.Tr. Ap     

Ketua Dewan Adat knasaimos Fredrik Sagisolo.S.Pd Ketua PHMJ Jemaat GKI Hosana Manggroholo Yordan Kombado.,S.Si .Teol Kepala kampung Manggroholo Leornad Srefle.

Menerut kegetrang Ketua DPMA Kansaimos Fredrik Sagisolo.S.Pd adat memiliki nilai penting dalam kehidupan masyarakat adat Papua. Selain menjadi bagian dari identitas budaya, kain tradisional juga memiliki makna sosial, sejarah, dan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Banda Kesatuan Bangsa dan Politik Kesbangpol Kabupaten Sorong Selatan Noak Kladit.S.Sos sebagai anak negeri dari kampung Manggroholo dan sira sangat bangang dengan pemuda Sadir Wet Ifi meras bangang karena teman-teman Komonitas bisa melakukan kegiatan pelatihan pengenala mata kain ini di distrik saifi dan Kabupaten Sorong Selatan.

Ia nembak juga Kepala semua lembaga adat dan Komonitas pemuda adat yang di wilayah pemerintah daerah kabupaten Sorong Selatan agar bisa mengambil contoh dari Distrik saifi yang mana proses melestarikan Budaya Loka pengenalan mata kain ini.

Sehingan generasi muda Tehit harus bisa belajar pengenalan mata kain ini agar kedepan generasi muda tidak kehilangan budaya adat istiadat serta nilai-nilai adat.

Pemateri yang memberikan pengenala mata kain untuk generasi muda Manggroholo sira yaitu Dopiy Srefle, Yanto Kladit, Paulinus Wagarefe, Yoel Sremere, Joni Wagarefe, Yosafat Srefle, Luis Sremere.


Melalui kegiatan pengenalan mata kain adat ini, generasi muda diharapkan semakin memahami jenis, nilai, serta makna kain adat dalam kehidupan masyarakat, sehingga pengetahuan budaya yang diwariskan oleh para leluhur tidak hilang akibat perkembangan zaman.

Pentingnya Pelestarian Budaya bagi Generasi Muda

Pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda Sadir Wet Ifi serta Distrik Saifi sebagai penerus nilai-nilai adat dan tradisi masyarakat Papua.

Kegiatan pelatihan seperti ini menjadi salah satu sarana pendidikan budaya yang penting untuk memperkuat identitas masyarakat adat, khususnya di wilayah Manggroholo dan Sira.

Pengetahuan mengenai mata kain adat perlu terus diperkenalkan kepada generasi penerus agar mereka mampu mengenali, menghargai, dan menjaga warisan budaya leluhur.

Selain itu, pengenalan kain adat juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antar generasi, terutama dalam proses pewarisan pengetahuan dari para orang tua adat kepada anak-anak muda SadirWetIfi Distrik Saifi kabupaten Sorong Selatan.

Menjaga Identitas dan Warisan Leluhur Papua

Kampung Manggroholo dan Sira merupakan dua kampung di Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, yang dikenal memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan kearifan lokal masyarakat adat.

Kedua kampung tersebut juga memiliki sejarah panjang dalam menjaga wilayah hutan adat melalui pengelolaan hutan desa yang memperoleh pengakuan pemerintah pada 2017. 

Dengan adanya kegiatan pelatihan pengenalan mata kain adat, perhatian terhadap pelestarian warisan budaya diharapkan dapat semakin berkembang, tidak hanya dalam menjaga lingkungan dan wilayah adat, tetapi juga mempertahankan pengetahuan tradisional masyarakat adat.


Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekayaan budaya masyarakat adat Sadir Wet Ifi Distrik Saifi dan Papua merupakan identitas yang perlu dijaga, dihormati, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Pelestarian kain adat bukan sekadar menjaga benda peninggalan leluhur, tetapi juga mempertahankan sejarah, nilai kehidupan, martabat, dan jati diri masyarakat adat Papua.

Melalui pendidikan dan pengenalan budaya secara berkelanjutan, generasi muda Manggroholo dan Sira diharapkan mampu menjadi penerus yang menjaga keberlangsungan tradisi serta memperkuat identitas budaya masyarakat adat di Kabupaten Sorong Selatan.