Maikel Majefat Pimpin Panitia Raker II dan HUT ke-28 DPMA Knasaimos

Maikel Majefat Pimpin Panitia Raker II dan HUT ke-28 DPMA Knasaimos

Teminabuan, Melanesiapost. Dewan Persekutuan Masyarakat Adat (DPMA) Knasaimos resmi mengukuhkan panitia pelaksana Rapat Kerja (Raker) II dan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 DPMA Knasaimos. Dalam pengukuhan tersebut, Maikel Majefat ditetapkan sebagai Ketua Panitia pelaksanaan dua agenda penting organisasi masyarakat adat tersebut.

Pengukuhan panitia berlangsung di Kampung Haha, wilayah adat Knasaimos, Sup Suku Imian, Sabtu, 17 Oktober 2026, pukul 16.00 WIT. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan Raker II sekaligus peringatan hari jadi DPMA Knasaimos yang jatuh pada 28 Oktober 2026.

Raker II DPMA Knasaimos direncanakan menjadi ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja organisasi sepanjang tahun 2026, termasuk program yang telah terlaksana maupun yang belum direalisasikan.

 Selain itu, forum tersebut akan membahas dan menyusun program kerja tahun 2027 agar perjuangan masyarakat adat dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berpihak pada kebutuhan komunitas adat.

Sebagai Ketua Panitia, Maikel Majefat akan memimpin persiapan pelaksanaan Raker II dan HUT ke-28 DPMA Knasaimos bersama seluruh unsur kepanitiaan.

 Persiapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan kedua agenda tersebut berjalan sesuai tujuan organisasi dan melibatkan masyarakat adat di wilayah Knasaimos.

DPMA Knasaimos memperingati hari jadinya yang ke-28 pada 28 Oktober 2026, terhitung sejak organisasi tersebut berdiri pada 28 Oktober 1998. 

Perjalanan selama hampir tiga dekade ini menjadi momentum untuk melihat kembali perjuangan masyarakat adat dalam menjaga, memelihara, dan melindungi wilayah adat beserta seluruh kehidupan yang bergantung padanya.

Bagi masyarakat adat Knasaimos, tanah, hutan, dan laut bukan sekadar sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomi. Wilayah tersebut merupakan ruang hidup, warisan leluhur, sumber penghidupan, serta bagian yang tidak terpisahkan dari identitas dan keberlangsungan budaya masyarakat adat.

Karena itu, peringatan HUT ke-28 DPMA Knasaimos tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan seremonial tahunan. 

Momentum ini menjadi pengingat bahwa perjuangan masyarakat adat membutuhkan komitmen jangka panjang, persatuan, dan kerja nyata untuk memastikan wilayah adat tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Wilayah adat Knasaimos mencakup enam sup suku yang memiliki ikatan dengan tanah leluhur, lingkungan hidup, dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun

 Perlindungan terhadap wilayah tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat adat agar hutan, laut, tanah, dan manusia yang hidup di dalamnya tetap terlindungi.

Pelaksanaan Raker II diharapkan menjadi kesempatan bagi DPMA Knasaimos untuk mengevaluasi capaian program tahun 2026 secara terbuka. 

Program yang telah berjalan perlu diperkuat, sedangkan program yang belum terlaksana perlu diidentifikasi kendala dan dicarikan jalan keluarnya.

Evaluasi tersebut penting agar organisasi tidak hanya menyusun rencana kerja di atas kertas, tetapi mampu menerjemahkan keputusan organisasi menjadi tindakan nyata di tengah masyarakat adat.

Penyusunan program kerja tahun 2027 juga diharapkan menempatkan perlindungan wilayah adat, pelestarian hutan dan laut, penguatan kelembagaan adat, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat sebagai bagian penting dari agenda organisasi.

Melalui forum Raker II, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat di enam sup suku dapat menjadi bahan pembahasan untuk menentukan prioritas perjuangan ke depan. 

Dengan demikian, keputusan organisasi diharapkan lahir dari kebutuhan masyarakat adat dan kondisi nyata yang mereka hadapi.

Penetapan Maikel Majefat sebagai Ketua Panitia menjadi bagian dari langkah organisasi dalam mempersiapkan Raker II dan HUT ke-28 DPMA Knasaimos. 

Kepanitiaan tersebut memiliki tanggung jawab untuk mengoordinasikan persiapan teknis dan pelaksanaan kegiatan agar seluruh agenda dapat berlangsung dengan baik.

Konsolidasi panitia juga menjadi bagian penting untuk menyatukan dukungan berbagai unsur masyarakat adat dalam menyukseskan kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah adat Knasaimos, Kampung Haha, Sup Suku Imian.

Memasuki usia ke-28 tahun, DPMA Knasaimos diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai wadah perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan hak, identitas, dan keberlanjutan wilayah adat.

Perjuangan menjaga wilayah adat bukan hanya tanggung jawab organisasi, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat adat.

 Tanah leluhur yang terjaga akan menjadi dasar keberlangsungan budaya, sementara hutan dan laut yang terlindungi akan menopang kehidupan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Dengan pengukuhan panitia yang dipimpin Maikel Majefat, DPMA Knasaimos mulai memantapkan persiapan menuju Raker II dan peringatan HUT ke-28 pada 28 Oktober 2026. 

Kedua agenda ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan merumuskan arah perjuangan masyarakat adat Knasaimos pada tahun 2027.