Matangkan Pembentukan Dewan Kesenian PBD, Disdikbud Ajak Seniman Bersatu dalam Kongres Ke-1

Matangkan Pembentukan Dewan Kesenian PBD, Disdikbud Ajak Seniman Bersatu dalam Kongres Ke-1

SORONG KOTA, melanesiapost.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya menggelar pertemuan bersama Badan Formatur Dewan Kesenian Papua Barat Daya di Sorong, Selasa (20/10/2026). Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut pembentukan kepengurusan serta pemantapan persiapan pelaksanaan Kongres Pertama Dewan Kesenian Papua Barat Daya.


Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Provinsi Papua Barat Daya, Marthen Iek, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan Badan Formatur telah melalui sejumlah proses dinamika sejak masa pemekaran daerah. Surat rekomendasi ketiga akhirnya diterbitkan Disdikbud PBD kepada tim yang diketuai oleh David Kapisa untuk menjalankan tugas pembentukan lembaga kesenian tersebut.

Marthen menyebutkan, Badan Formatur memikul tiga tugas utama, yaitu melakukan konsolidasi ke kabupaten/kota, menyiapkan materi, anggaran, serta teknis pelaksanaan kongres, dan menyelenggarakan kongres serta menyusun laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah.

"Materi kongres sudah rampung. Saat ini panitia dan badan formatur tinggal menyebarkan surat pemberitahuan dan undangan ke kabupaten/kota serta komunitas seni budaya maupun sanggar-sanggar di Papua Barat Daya untuk menyukseskan pelaksanaan kongres pada 4–6 November mendatang," ujar Marthen saat diwawancarai, Rabu (21/10/2026).


Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Gubernur Papua Barat Daya, yang telah memberikan dukungan serta bantuan alokasi anggaran demi terselenggaranya kongres tersebut.

Menurut Marthen, Gubernur Papua Barat Daya menyambut positif rencana penyelenggaraan kongres ini. Dalam dua kali pertemuan langsung bersama pemerintah daerah, Gubernur memberikan instruksi berjenjang kepada jajaran Sekda, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, serta Disdikbud untuk mengawal persiapan dan menyepakati alokasi anggaran kegiatan.

"Tanggapan Bapak Gubernur sangat luar biasa. Beliau juga menyampaikan bahwa fokus pembangunan tahun 2026 dan 2027 mencakup penyediaan sport center serta fasilitas penunjang seni. Sebab, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong merupakan pintu masuk utama wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak ke Raja Ampat dan wilayah Papua lainnya," jelas Marthen.

Terkait dengan kendala persiapan, Marthen menilai sejauh ini tidak ada hambatan berarti. Ia mengimbau seluruh pelaku, pencinta, dan pemilik seni budaya di wilayah Papua Barat Daya untuk saling merangkul dan mengesampingkan kekeliruan informasi yang beredar.

"Sejak dulu di bumi 'Kepala Burung' ini, kita belum memiliki wadah resmi untuk berekspresi. Mari kita bersatu, percayakan kepada panitia yang sudah bekerja, dan hadir pada kongres nanti untuk menyatukan persepsi demi hadirnya Dewan Kesenian Papua Barat Daya," pungkasnya.(Red)