Mubes I Kerukunan Keluarga Yapen-Waropen Resmi Dibuka, Tokoh Adat dan DPR RI Kompak Dorong DOB Papua Utara Terwujud 2027

Mubes I Kerukunan Keluarga Yapen-Waropen Resmi Dibuka, Tokoh Adat dan DPR RI Kompak Dorong DOB Papua Utara Terwujud 2027

SORONG KOTA, melanesiapost.com — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) I Kerukunan Keluarga Yapen-Waropen Provinsi Papua Barat Daya yang dihelat di Hotel Rylich Panorama, Kota Sorong, resmi dibuka pada Sabtu (24/10/2026). Selain menjadi ajang konsolidasi internal kerukunan, momentum ini juga diwarnai dengan deklarasi kuat terkait percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Utara.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat dari 23 kampung ini mendapat sambutan positif. Di akhir sesi pemaparan, para peserta Mubes secara bersama-sama menyatakan komitmen dan deklarasi dukungan penuh terhadap pembentukan provinsi baru tersebut demi pemerataan pembangunan dan keadilan wilayah adat Saireri.


Dukungan politis tingkat nasional turut disuarakan oleh Anggota DPR RI Dapil Papua dari Fraksi Partai NasDem, Toni Tesar. Saat menghadiri acara tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat agar rancangan undang-undang terkait DOB Papua Utara dapat masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2027.

Menurut Toni, penetapan UU DOB Papua Utara ditargetkan bisa rampung pada tahun 2027. Langkah ini dinilai krusial agar masyarakat di wilayah pemekaran tersebut dapat berpartisipasi secara utuh dan penuh dalam kontestasi Pemilu serta Pilkada Serentak 2029 mendatang.

Senada dengan hal tersebut, Pdt. Leonard Yarollo, S.Th., S.H., selaku Anggota MRP Papua Barat periode 2017–2023 sekaligus Kepala Suku Wilayah Doberay dari Suku Tehit Sorong Selatan, memandang pemekaran ini sebagai sebuah kebutuhan mendesak yang harus didukung demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mau tidak mau, suka tidak suka, ini demi keutuhan NKRI dan harus segera diwujudkan," ujar Pdt. Leonard saat ditemui sebagai tamu undangan.


Ia menambahkan, wilayah-wilayah adat lain di Papua telah lebih dulu mewujudkan eksistensinya. Oleh karena itu, sudah saatnya wilayah adat Saireri mendapatkan daerah otonomi sendiri agar tidak ada kecemburuan antarwilayah adat.

"Harapan saya, selaras sebagai tokoh agama dan lintas suku dari Sorong Selatan, DOB Papua Utara ini bisa diwujudkan pada tahun 2027 karena itu merupakan kebutuhan mutlak bagi orang Saireri," pungkasnya.(Red)