Mubes I Yapen-Waropen PBD Resmi Ditutup, Linderd Rouw Terpilih Jadi Ketua Periode 2027–2031
SORONG KOTA, melanesiapost.com — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) I Kerukunan Keluarga Yapen-Waropen Provinsi Papua Barat Daya resmi dibuka pada Sabtu (24/10/2026). Forum tertinggi warga asal Yapen dan Waropen di tingkat provinsi tersebut menetapkan Linderd Rouw sebagai Ketua Terpilih Kerukunan Keluarga Yapen-Waropen Provinsi Papua Barat Daya untuk periode kepengurusan 2027–2031.
Mubes I ini mengusung tema "Satu Hati, Satu Jiwa, Satu Kata, Satu Tujuan Menjaga dan Membangun Papua Barat Daya Sebagai Rumah Bersama yang Aman dan Damai."
Dalam sambutannya usai terpilih, Linderd Rouw menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh peserta musyawarah. Ia menegaskan bahwa amanah kepemimpinan tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk mempersatukan dan memperjuangkan kepentingan keluarga besar Yapen-Waropen di Papua Barat Daya.
"Jabatan ini bukanlah sekadar kedudukan atau kesempatan untuk menonjolkan diri, melainkan sebuah panggilan untuk melayani, mempersatukan, dan memperjuangkan kepentingan keluarga besar Yapen-Waropen," ujar Linderd.
Linderd mengimbau seluruh elemen masyarakat Yapen-Waropen untuk mengesampingkan segala perbedaan pasca-pemilihan dan kembali merangkul satu sama lain guna memperkuat rasa kekeluargaan.
"Perbedaan pilihan dalam musyawarah adalah hal yang wajar. Namun, setelah keputusan ditetapkan, kita harus kembali berdiri sebagai satu keluarga besar. Jangan biarkan perbedaan merusak hubungan kekeluargaan yang telah dibangun," katanya.
Dalam pemaparannya, Linderd merinci lima komitmen utama kepemimpinannya untuk empat tahun ke depan:
* Memperkuat Persatuan dan Solidaritas: Membangun hubungan harmonis antar-ikatan kampung, antar-generasi, dan memastikan tidak ada anggota yang merasa tersisih.
* Tata Kelola Organisasi yang Baik: Mewujudkan transparansi, tertib administrasi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan organisasi.
* Pemberdayaan Generasi Muda: Memberikan ruang bagi pemuda untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan menjaga identitas budaya.
* Kepedulian Sosial: Menghadirkan peran nyata organisasi saat anggota mengalami musibah atau kesulitan ekonomi.
* Kemitraan Strategis: Membangun kolaborasi aktif dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, pemerintah daerah, lembaga adat, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, Linderd menekankan pentingnya peran tokoh adat, sesepuh, dan kaum perempuan dalam menjaga keharmonisan serta keberlanjutan organisasi.
"Persatuan adalah kekuatan kita, kekeluargaan adalah identitas kita, dan pengabdian adalah tanggung jawab kita," tuturnya menutup sambutan.
Mubes I ini diharapkan dapat menjadi momentum awal bagi masyarakat Yapen-Waropen untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas dan pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.(Red)