Pemkot Sorong Terus Upayakan Pemadaman TPA Makbon, Hujan Dua Hari Bantu Redam Titik Api
SORONG — Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong terus mengerahkan berbagai upaya untuk mengatasi kebakaran dan asap akibat penumpukan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA) Makbon.
Penjabat (Pj) Sekda Kota Sorong, Rudi Laku, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran di TPA Makbon memang tidak mudah disebabkan oleh tumpukan sampah yang tebal dan kering. Hal tersebut membuat asap terus keluar dari lapisan bawah meskipun pemadaman di bagian permukaan telah dilakukan.
"Menangani TPA ini tidak mudah karena penumpukan sampah yang sudah begitu banyak dan kering, sehingga sekam-sekam itu muncul terus dan asap keluar terus walaupun kita sudah melakukan pemadaman di atas," ujar Rudi Laku.
Rudi menjelaskan bahwa Penjabat Walikota Sorong telah mengumpulkan seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bergerak bersama melakukan penanganan. Langkah-langkah yang diambil meliputi penyemprotan menggunakan mobil tangki air hingga menyiapkan mesin alkon untuk memanfaatkan sumber air dari sungai/kali di sekitar area TPA.
Di tengah upaya penanganan tersebut, hujan deras yang mengguyur Kota Sorong selama dua hari berturut-turut memberikan dampak positif signifikan dalam meredakan situasi kebakaran dan kabut asap.
"Dengan hujan dua hari berturut-turut yang cukup besar ini, kita bersyukur lahan gambut menjadi basah dan debu hilang. Kami berharap titik-titik api di TPA semakin berkurang," tambah Rudi Laku.
Pembelajaran Jarak Jauh dan Kesehatan Masyarakat
Sebelumnya, akibat kabut asap yang melanda Kota Sorong dan berdasarkan laporan dari BMKG serta Dinas Kesehatan terkait meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Pemkot Sorong telah memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa PAUD, TK, SD, hingga SMP/SMA.
Kebijakan ini diambil guna melindungi kesehatan anak-anak sekolah yang menjadi kelompok paling rentan terhadap paparan asap dan ISPA. Pemkot Sorong akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan kualitas udara bersama BMKG serta Dinas Kesehatan sebelum memutuskan untuk mengembalikan aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka di sekolah.