10 Tuntutan Mahasiswa Yahukimo untuk Polda Papua
Menurut Wakil Ketua KPMY, Soleng Soll, kasus ini seharusnya menjadi perhatian serius semua pihak, termasuk anggota DPRD Yahukimo, DPRD Papua Pegunungan, dan DPD RI. Ia juga menegaskan bahwa pemindahan Kapolres bukanlah solusi atau hukuman bagi pelaku tindak pidana.
“Nyawa manusia tidak bisa diukur dengan uang. Peristiwa ini membuktikan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh aparat negara di Papua, khususnya Yahukimo, semakin merajalela,” ujar Soll.
Sebagai tanggapan, mahasiswa Yahukimo yang tergabung dalam KPMY mengeluarkan 10 persyaratan resmi:
Pencopotan Jabatan: Mendesak Polda Papua untuk segera mencopot Kapolres Yahukimo.
Pecat dan Adili Pelaku: Meminta Polda Papua untuk memecat dan mengadili pelaku menembak Victor Deyal.
Tarik Militer: Menuntut Polda Papua menarik semua personel militer, baik organik maupun non-organik, dari wilayah Yahukimo.
Hentikan Militerisasi: Mendesak Polda Papua untuk menghentikan penerapan militer skala besar di Yahukimo.
Hentikan Perusahaan Ilegal: Meminta Wakil Gubernur Papua Pegunungan untuk menghentikan perusahaan-perusahaan pembohong yang beroperasi di Yahukimo.
Serahkan Pelaku: Dukungan tuntutan keluarga korban agar pelaku penembakan diserahkan untuk diadili sesuai hukum adat Ukam.
Investigasi DPRD: Mendesak DPRD Yahukimo untuk membentuk tim khusus guna menginvestigasi kasus penembakan Victor Deyal dan memancarkan kinerja Bupati.
Investigasi Komnas HAM: Meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Papua untuk segera menyelidiki kasus ini sebagai pelanggaran HAM berat.
Berantas Miras: Mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk membubarkan dan menangkap agen-agen penjual minuman keras.
Tuntaskan Kasus Lain: Meminta Polda Papua menuntaskan kasus pembunuhan terhadap Tobias Silak yang belum terselesaikan.
(Eskop Wisabla)