318 Mahasiswa Terima Bantuan studi Akhir Dinas pendidikan Ungkap Bantu Untuk Aktif Kuliah
Pemerintah provinsi Papua Barat Daya dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya Menyerahkan Bantuan Biaya Studi akhir Tahun Anggaran 2025, di kampus universitas kristen Papua (Ukip) Sorong, pada Selasa (9/9/2025).
Dalam mencapai Kepala dinas pendidikan Adolof Kambuaya, tekanan program ini bertujuan untuk membantu siswa yang tengah menyelesaikan tugas akhir agar dapat lulus tepat waktu. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian universitas terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
Tahapan pertama ini menerima 318 mahasiswa terdiri dari mahasiswa S1 S2 S3 dan D3 hingga D4, kemudian yang lain kita terus berVerifikasi berkas mereka jadi banyak berkas-berkas yang kurang, secara administrasi belum bisa proses maka kita melakukan verifikasi hingga yang lengkap akan membayar tahap berikut,"ujar kepala dinas ini.
"Bantuan studi akhir ini untuk kepentingan wisuda penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, kuliah kerja nyata KKN, itu komponen-komponen itu yang ada di dalam biaya studi akhir itu.
Bantuan ini hanya di khususkan bagi siswa murni. Kalau yang namanya ASN itu di tempat lain artinya ada SKPD lain yang punya kewenangan untuk mengurus PNS kita dinas pendidikan hanya mengurus siswa murni saja,” kata dia.
Masih Banyak mahasiswa yang kita melakukan verifikasi proposal-proposal jika ada proposal masuk tetapi dia PNS maka dikeluarkan. Karena bukan kewenangan kita. Pentingnya verivikasi karena ini bagian dari keapsahan bagi penerima, guna antisipasi audit badan pemeriksa keuangan,” jelas Adolof Kambuaya.
Angaran yang tersedia untuk bantuan studi akhir sebesar Rp 6 miliyar, 3 miliyar untuk tahap pertama untuk memberikan kontribusi bagi kepentingan mahasiswa. Katanya dana pendidikan adalah fokusnya pendidikan saja maka anggaran tersebut akan direalisasikan pada tahun 2025 ini,” imbuhnya.
"Supaya semua mengetahui bahwa kita mulai lihat data siswa dari pangkalan Dikti, siswa ini benar-benar dia kuliah atau tidak. Jadi kita ada aplikasi tinggal buka siswa ini kuliah di luar Papua atau di Papua, karena semua perguruan tinggi ini kan sudah daftar jadi tinggal buka lihat disitulah menentukan siswa ini sudah selesai atau belum, aktif kuliah atau tidak," kata dia.
Ia menyarankan seluruh siswa yang mengenyam pendidikan di Papua Barat Daya agar melengkapi berkas proposal, Jika merasa belum maka datang ke kantor dinas pendidikan kita akan berkolaborasi bersama," tuturnya.
Sementara itu Gubernur PBD Elisa Kambu, tekanan bantuan studi akhir ini secara keseluruhan di Papua hingga luar Papua. berharap uang digunakan untuk kebutuhan pendidikan maksimal bagi siswa," pesan Elisa Kambu.
Memang kali dilihat bantuan ini kan tidak seberapa tapi,spirit yang kita hadir secara langsung supaya mereka percaya dan momen ini juga ada pesan-pesan yang kita sampaikan Agar mereka membangun diri. Untuk orang Papua hanya pendidikan ini yang bisa buat apa-apa, kalau tidak ada pendidikan mereka Tidak bisa buat apa-apa, kata gubernur.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa mendapatkan kesempatan untuk kuliah maka fokus dan belajar bukan untuk hal-hal lain. Selama Mahasiswa mempersiapkan diri secara mental pengetahuan dan karakter agar setelah lulus dari kampus menjadi orang yang dipercaya membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tegas Kambu.
Felyp Gonsales, salah satu bantuan bantuan studi akhir, Ucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi Papua Barat Daya yang telah memberikan bantuan tersebut. Ia mengakui bagi saya ini sejarah baru, bantuan seperti ini baru pertama kali. Dalam kemimpinan Elisa Kambu,” kata mahasiswa dari kampus Universitas Nani Bili kota Sorong.
" Saya Syukur saja karena adanya bantuan dari pemerintah PBD ini untuk meringankan beban saya dalam studi akhir," tutup pembicara dengan mata berkaca-kaca.
(Eskop Wisabla)