43 Lansia Ikuti Wisuda S1 di Kota Sorong
Sorong, Melanesiapost.com – Sebanyak 43 orang lanjut usia (Lansia) mengikuti prosesi wisuda sekolah lansia Standar 1 (S1) kegiatan bina keluarga lansia oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (17/12/2025).
Puluhan lansia ini tampak lengkap mengenakan atribut wisuda. Wajah senang dan bahagia terpancar di antara mereka. Para wisudawan saling memberikan selamat satu sama lain karena telah berhasil menuntaskan proses pembelajaran di sekolah lansia tersebut.
Mereka telah menyelesaikan seluruh tahap pembelajaran yang dimulai sejak November 2024 hingga Mei 2025. Proses belajar dilakukan sebulan sekali di dua lokasi, yakni Sekolah Lansia Bethel di Distrik Sorong Kota dan Distrik Sorong Timur. Meski proses belajar usai pada Mei, prosesi wisuda baru digelar pada Desember 2025 ini.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Papua Barat, Philmona Maria Yarollo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Kemendukbangga/BKKBN yang dinamakan SIDAYA atau Lansia Berdaya.
"Melalui kelompok lansia ini, kita melakukan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka agar tetap sehat dan produktif. Tujuannya agar mereka menjadi sumber inspirasi, motivasi, dan teladan bagi keluarga, generasi muda, serta masyarakat," ujar Philmona.
Philmona menekankan bahwa wisuda Standar 1 ini bukanlah akhir, melainkan awal dari penguatan kemandirian lansia. Program ini dirancang berjenjang; lulusan S1 dapat melanjutkan ke Standar 2 yang fokus pada aktivitas sosial, dan Standar 3 yang fokus pada pemberdayaan serta produktivitas sesuai minat.
"Lulusan sekolah lansia diharapkan tetap terlibat aktif dalam bina keluarga lansia, posyandu, hingga kegiatan ekonomi produktif seperti UMKM. Menjadi tua bukan berarti berhenti berkarya," katanya.
Salah satu wisudawan, Yakob Safkaur (75), mengaku bergabung dengan sekolah lansia setelah mendapat informasi dari gerejanya pada tahun 2024 lalu. Selama mengikuti kelas, ia mendapatkan edukasi mengenai kesehatan tubuh dan pola aktivitas di hari tua.
"Saya mau ajak saudara lansia lainnya untuk ikut sekolah ini agar dapat layanan kesehatan lebih baik dan mendapat edukasi rutin tetap sehat. Saya harap ini tidak berhenti setelah dapat ijazah, agar menjadi motivasi bagi mereka yang baru memasuki usia 60 tahun," ujar Yakob. (RY)