Aparat Gabungan Tangkap 12 Orang Terkait Penyerangan di Tambrauw, TPNPB: Datang ke Markas Kami

Aparat Gabungan Tangkap 12 Orang Terkait Penyerangan di Tambrauw, TPNPB: Datang ke Markas Kami

Sorong, Melanesiapost – Tim gabungan TNI-Polri mengamankan 12 orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tenaga kesehatan (nakes) dan warga sipil di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya. Penangkapan ini memicu reaksi dari pihak TPNPB-OPM yang mengklaim warga tersebut tidak bersalah.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustus Hengklare, mengonfirmasi bahwa penyergapan dilakukan di sejumlah titik, termasuk Kampung Salim, Kampung Bano, dan Kampung Jogbe pada Kamis (19/3/2026). Operasi ini melibatkan personel Polres Tambrauw, Brimob, hingga Satgas 763.

"Dalam kegiatan tersebut, aparat berhasil mengamankan 12 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa penyerangan. Hingga kini status mereka masih sebagai saksi," ujar Jenny di Sorong, pada Kamis (19/3/2026).

Dari 12 orang yang diamankan, terdapat oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial YJ, serta dua kepala kampung, yakni AY (Kepala Kampung Banfot) dan MY (Kepala Kampung Bamusbama). Selain itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tujuh pucuk senapan angin, parang, tombak, anak panah, atribut noken, hingga benda yang diduga jimat.

Dir Reskrimum Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol Junov Siregar, menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami apakah ke-12 orang ini terafiliasi dengan TPNPB-OPM. "Terdapat beberapa indikasi awal, namun harus dibuktikan melalui proses hukum yang sah," tegasnya.

Di sisi lain, juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, merilis pernyataan tertulis yang membantah keterlibatan warga sipil tersebut. Menurut laporan dari TPNPB Ru Mana Tambrauw, operasi militer yang berlangsung sejak 17 Maret itu justru menyasar warga yang tidak tahu apa-apa.

"Lebih dari 10 warga sipil ditangkap, disiksa, lalu tangan dan matanya diikat. Mereka tidak terlibat dalam aksi pembunuhan nakes, mereka hanya menjadi sasaran operasi militer di kampung mereka tanpa bukti," klaim Sebby dalam siaran persnya.

TPNPB mendesak untuk segera membebaskan warga yang ditangkap dan menghentikan operasi militer karena telah menyebabkan ketakutan hingga warga mengungsi ke hutan.

Secara terbuka, pihak TPNPB menantang aparat keamanan untuk tidak menyasar pemukiman warga jika ingin mengejar pasukan mereka. Mereka menyatakan bahwa seluruh pasukan yang bertanggung jawab atas penyerangan tersebut kini sudah berada di markas.

"Kami tegaskan kepada aparat militer Indonesia, jika mau mengejar pasukan TPNPB, silakan datang ke Markas TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw. Pasukan yang terlibat langsung sudah berada di sana," ujar Sebby.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap 12 orang tersebut.(Red)