Bawaslu PBD Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Siapkan Kader pada Pemilu 2029

Bawaslu PBD Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif, Siapkan Kader pada Pemilu 2029

Aimas – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif di Hotel Aimas, Kabupaten Sorong, pada Senin (13/10/2025). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (15/10/2025) ini bertujuan memperkuat jaringan dan pemberdayaan komunitas dalam pengawasan pemilu.

Sebanyak 100 peserta dari 5 kabupaten dan 1 kota se-Provinsi Papua Barat Daya mengikuti pendidikan ini. Melalui pelatihan, peserta diharapkan mampu memiliki kecakapan konseptual dan teknis sebagai penggerak organisasi atau kelompok masyarakat dalam pengembangan pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu RI, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, Herwin J. H. Molanda, turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Selain itu, hadir Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua DPRD Papua Barat Daya Ortis Fernando Sagrim, serta Forkompinda.

Kegiatan yang mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" ini merupakan program prioritas nasional Bawaslu. Materi yang diberikan pun berfokus pada sifat reflektif dan kecakapan teknis, tidak lagi bersifat teoritis dan konseptual semata.

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, Felipus Cornelis Boling, menyatakan bahwa peningkatan partisipasi masyarakat merupakan tugas Bawaslu sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Partisipasi masyarakat sebagai bagian dari pencegahan dan pengawasan pemilu sangat penting dilakukan, mengingat kerja Bawaslu sangat luas sementara jumlah pengawas pemilu sangat terbatas," ujar Felipus.


Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, Farli Sampetoding Rego, menambahkan bahwa pendidikan ini tidak hanya mengajak masyarakat pada tahapan pemilu, tetapi juga mensosialisasikan informasi tentang demokrasi untuk mencerdaskan pemilih.

"Kami berharap setelah kegiatan ini peserta dapat dibentuk dan bergerak dalam lingkungan masyarakat nanti," kata Farli.

Dalam upaya memperkuat program ini, Bawaslu menyatakan akan melibatkan peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dalam pemantauan pemilu, melakukan inkonsolidasi, serta melibatkan mereka dalam forum warga pengawasan partisipatif.

Farli Sampetoding Rego mengatakan bahwa pendidikan ini telah berada pada level tertentu dan menuju level "Bergerak" sebagai modal awal untuk memperkuat pengawasan partisipatif menghadapi Pemilu 2029.

Berdasarkan data Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, saat ini terdapat 19.788 kader yang masih aktif dan 299 komunitas kader yang aktif melakukan edukasi dan pemantauan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024.

Para peserta mendapatkan materi dari narasumber, yakni Direktur Eksekutif Indonesia Budget Center (IBC), Arif Nuralam dan Pegiat Pemilu, Nurgiyantoro.(RY)