Disperindagkop Sorong Gelar Pelatihan Batik Moi & Anyaman Pandan
Sorong, Melanesiapost.com - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Sorong menyelenggarakan pelatihan intensif anyaman dari daun pandan dan pembuatan batik tulis motif Moi. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 November 2025, di Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.
Pelatihan tersebut berfokus pada dua kerajinan unggulan dengan tujuan utama untuk mendongkrak penghasilan mama-mama lokal serta memperkenalkan dan mematenkan motif batik khas suku Moi.
Panitia Pelatihan, Geby Ariani, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya nyata untuk membuka peluang ekonomi bagi ibu-ibu di Sorong.
"Awalnya kami membentuk kegiatan ini karena melihat bahwa sebenarnya mama-mama ini bisa dengan kegiatan ini membantu mereka punya penghasilan," ujar Geby.
Secara khusus, pelatihan batik tulis Moi didorong untuk memperkenalkan corak yang benar-benar berasal dari kearifan lokal suku Moi.
"Untuk batik tulis Moi ini karena baru, agar memperkenalkan produk batik khusus motif Moi itu seperti apa. Karena batik yang beredar sekarang motif batik Papua secara umum, jadi mencoba membuat kreasi batik dari khusus suku Moi di Sorong," tambahnya.
Untuk pelatihan anyaman, peserta diajarkan mengolah daun pandan jenis tertentu. "Untuk bahan anyaman ini bahan daun pandan yang biasanya di rawa, yang bentuknya lebih besar dari daun pandan biasa," kata Geby.
Peserta pelatihan anyaman berasal dari Distrik Aimas, sementara peserta batik tulis direkrut dari Distrik Klaso.
Penyelenggara menghadirkan pemateri berpengalaman langsung dari sentra pengrajin anyaman dan batik dari Pekalongan, Jawa Tengah. Tidak hanya sampai pada pelatihan, Disperindagkop UKM Kabupaten Sorong juga telah menjalin kerja sama strategis untuk keberlanjutan produk.
"Kami ada kerja sama dengan badan usaha yang bergerak untuk batik Moi. Rencananya mereka yang meneruskan usaha ini dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membuat baju batik ASN Kabupaten Sorong," ujar Geby.
Ia berharap kegiatan ini mampu memperkenalkan batik dengan motif dan ciri khas Moi, melestarikannya, dan segera didaftarkan untuk mendapatkan hak paten.
"Harapannya semoga kegiatan ini memperkenalkan batik dengan motif dan ciri khas Moi dan melestarikannya, dan kemudian akan dipatenkan," tutupnya. (RY)