DPD HPI Papua Barat Daya Dikukuhkan, Fokus Perkuat Narasi Budaya dan Identitas Lokal
Sorong, Melanesiapost.com — Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Provinsi Papua Barat Daya periode 2023–2028 secara resmi dikukuhkan di Kota Sorong, pada Kamis (27/11/2025). Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru dalam upaya peningkatan kualitas layanan pramuwisata di wilayah tersebut, dengan menempatkan penguatan narasi budaya, interpretasi alam, dan identitas lokal sebagai fokus utama.
Ketua terpilih DPD HPI Papua Barat Daya, Michael Bernard Mobalen, dalam sambutannya menyatakan kesiapan pengurus baru untuk mengemban amanah besar ini. Michael menegaskan bahwa HPI PBD berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan garda depan pelayanan wisatawan. Ia menyoroti pentingnya cerita yang dibawa oleh pemandu.
“Kami sebagai pemandu wisata menyadari satu hal yang penting yaitu, narasi yang kuat melahirkan pengalaman yang berkesan. Dan pengalaman yang berkesan melahirkan promosi yang tidak pernah berhenti,” ujar Michael, menggarisbawahi program mendesak untuk penyusunan narasi budaya yang akurat, penguatan interpretasi alam (termasuk keunikan burung endemik dan laut yang kaya), dan pembuatan buku saku destinasi yang seragam. Komitmen untuk berkolaborasi dengan lembaga adat juga ditekankan guna memastikan narasi yang disampaikan menghormati nilai budaya yang berlaku.
Ketua Umum DPP HPI, Imam Widodo, yang memimpin prosesi pengukuhan, menyampaikan bahwa pramuwisata memiliki peran penting dalam mempromosikan potensi daerah sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan kelestarian lingkungan. Imam menyebut bahwa Papua Barat Daya memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, namun kekayaan itu tidak akan bermakna tanpa interpretasi yang benar, di sinilah HPI memegang peran vital. Ia juga menegaskan perlunya profesionalisme di lapangan.
“Profesionalitas pramuwisata sangat menentukan bagaimana wajah pariwisata daerah ini dikenal dunia,” kata Imam. Ia juga berpesan kepada pengurus baru agar senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, bersinergi dan kolaboratif dengan pemerintah serta stakeholder terkait, dan menghargai kebudayaan setempat.
Imam menambahkan bahwa hal-hal tersebut adalah kunci dalam pembangunan daerah melalui destinasi wisata, konservasi lingkungan, budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat lokal yang berkelanjutan. Ia juga menjanjikan dukungan dari pusat.
“Kedepannya kami mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan sertifikasi. Dan pembinaan anggota mengedepankan etika profesi mutu pariwisata, adalah fondasi pelayanan,” ujar Imam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Papua Barat Daya, Yusdi Lamatenggo, memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru tersebut. Pemerintah daerah menilai HPI merupakan mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan pariwisata yang berdampak pada ekonomi masyarakat lokal.
“DPD HPI Papua Barat Daya diharapkan mampu menjadi wadah profesional pramuwisata yang tidak hanya memperkuat citra pariwisata daerah, tetapi juga membuka ruang kerja yang lebih luas bagi generasi muda,” kata Lamatenggo.
Pengurus DPD HPI Papua Barat Daya periode 2023-2028 diketuai oleh Michael Bernard Mobalen, didampingi Kristian Maurits Kafiar sebagai Wakil Ketua, Maria Baru sebagai Sekretaris, serta Yuliana Maria G.Macpal dan Stevana F. Eramury sebagai Bendahara I dan II.
Prosesi pengukuhan ini disaksikan oleh perwakilan pemerintah daerah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi PBD, Otoritas Bandar Udara Internasional Domine Eduard Osok Kota Sorong, serta pihak terkait dan tamu undangan lainnya. (EW)