63 Pramuwisata Papua Barat Daya Dibina, Dorong Profesionalisme dan Daya Saing

63 Pramuwisata Papua Barat Daya Dibina, Dorong Profesionalisme dan Daya Saing

Sorong, Melanesiapost.com — Sebanyak 63 peserta dari Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPD HPI) Provinsi Papua Barat Daya mengikuti sesi pembinaan di Kota Sorong, pada Jumat, (28/11/2025). Kegiatan ini digelar usai pelantikan kepengurusan baru DPD HPI PBD, dengan tujuan utama untuk mencetak pramuwisata yang profesional, kompeten, dan berdaya saing, baik secara nasional maupun internasional.

Pembinaan ini menjadi langkah strategis HPI dalam memastikan para pemandu wisata di wilayah yang menjadi gerbang utama Raja Ampat ini memiliki pengetahuan luas, keterampilan memandu, dan mampu menjalankan peran sebagai duta bangsa.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPI, Imam Widodo, menekankan pentingnya internalisasi organisasi dan peningkatan profesionalisme.

"Tujuannya adalah memastikan pramuwisata memiliki pengetahuan yang luas tentang objek wisata, budaya, dan sejarah, serta keterampilan dalam memandu untuk meningkatkan kepuasan wisatawan," ujar Imam Widodo.

Dalam sesi internalisasi tersebut, Imam Widodo menyampaikan materi mengenai peran, posisi, dan tugas pokok serta fungsi (Tupoksi) HPI kepada kepengurusan baru dan peserta.

"Pengenalan tersebut yaitu memberikan materi internalisasi untuk ke dalam kepengurusan baru HPI PBD tentang apa itu HPI, peran HPI, posisi HPI, kemudian apa yang harus dilakukan pengurus," jelas Imam.

Selain internalisasi organisasi, fokus materi juga diarahkan pada peluang pariwisata, khususnya mengenai kapal pesiar. Sorong, sebagai pintu gerbang ke Raja Ampat, memiliki posisi strategis dan infrastruktur transportasi yang memadai, menjadikannya titik transit utama bagi wisatawan mancanegara.

"Karena kan banyak tamu kapal pesiar datang dini. Kota Sorong pintu gerbang ke Raja Ampat, strategisnya dan infrastruktur transportasi yang memadai, menjadi titik transit utama bagi para wisatawan wilayah Papua Barat Daya," tambahnya.

Widodo berharap ke depan, organisasi ini bisa berkembang, berkolaborasi dengan stakeholder lain, menyejahterakan anggota, dan mengangkat pariwisata wilayah Papua Barat Daya agar dapat ditangani dengan baik, terutama saat kunjungan tamu-tamu.

Peran HPI sebagai Wadah Tunggal dan Duta Bangsa

Imam Widodo menegaskan bahwa HPI bukan sekadar organisasi profesi non-politik biasa, melainkan wadah tunggal bagi para pramuwisata di seluruh Indonesia. Kehadiran HPI Papua Barat Daya dinilai strategis dalam Pengembangan Ekowisata dan Kearifan Lokal.

"Organisasi ini tidak hanya membina dan meningkatkan profesionalitas pramuwisata, tetapi juga memperjuangkan hak, perlindungan, dan standar pelayanan yang berkualitas,” ujarnya.

Para peserta diperkenalkan pada sejarah berdirinya HPI, struktur organisasi, kode etik pemandu, serta tugas-tugas kelembagaan dalam meningkatkan kualitas layanan wisata. HPI memiliki peran penting dalam mempromosikan pariwisata, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat jejaring kerja antara pemandu, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memahami perannya sebagai pemandu wisata profesional dan siap berkolaborasi aktif dalam pengembangan sektor pariwisata daerah. (EW)