FKPTPI menggelar Lokakarya Kearifan Lokal Papua Wujudkan Kemandirian Pangan Lewat Olah Hasil Sendiri
Sorong, Papua Barat Daya - Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) menggelar di Kota Sorong dengan tema “The International conference on local Wisdom And Food security For The Environment ( inlife 2025 bertempat di salah satu Hotel Kota Sorong PBD, pada Rabu (22/10/2025).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan, dan Kelautan Provinsi Papua Barat Daya Absalom Salossa yang diwakili sambutan Gubernur PBD.
menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada FKPTPI dan seluruh Perguruan Tinggi yang telah berinisiatif menyelenggarakan forum ilmiah dan praktisi yang sangat strategis di tanah Papua hari ini.
"Relevan dengan visi pembangunan provinsi Papua Barat Daya, menurutnya tema kegiatan tentang conference ini adalah kearifan lokal dan ketahanan pangan bagi lingkungan. sangat relevan yaitu,
"sebagaimana tertuang dalam visi pembangunan jangka menengah provinsi Papua Barat Daya tahun 2025-2029, yaitu masyarakat Papua Barat Daya yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertumbuhan. Ekonomi lokal sebagai upaya pembangunan berkesinambungan dan berkelanjutan.
visi ini menegaskan bahwa kemandirian ekonomi dan sejahtera masyarakat Papua Barat Daya, masyarakat di tanah Papua,
akan tumbuh kuat apabila dibangun di atas fondasi ekonomi lokal. Pertanian rakyat. Kearifan budaya masyarakat adat.
Pembangunan bukan hanya tentang mengejar pertumbuhan angka, tetapi tentang menumbuhkan manusia dan menjaga bumi sebagai rumah bersama," Kata dia sambutanya.
Ia mengatakan,keharifan lokal sebagai pilar
pertahanan pangan, Papua Barat Daya memiliki kekayaan keharifan lokal yang luar biasa,
dalam sistem pertanian dan pengelolaan sumber daya alam. Hutan sagu, pola agroindustri dan konservasi di Tambang, hingga sistem perikanan tradisional di Raja Ampat, adalah bentuk pengetahuan ekologis lokal, yang telah terbukti menopang kehidupan masyarakat selama berapa abad," Jelas dia.
"nilai-nilai ini sejalan dengan prinsip pertahanan pangan berkelanjutan, kemandirian, keberagaman, keseimbangan ekosistem, dan gotong royong dalam konteks dunia yang menghadapi krisis pangan, dan perubahan ekonomi. Papua Barat Daya menyimpan potensi besar untuk menjadi model pembangunan pertanian berbasis kearifan lokal dan konservasi lingkungan.Forum ini sebagai langkah strategis untuk pembangunan pertanian daerah.
komunikasi perguruan tinggi pertanian ini sangat strategis dan fundamental dalam mengakses pembangunan pertanian nasional,
khususnya di daerah-daerah seperti Papua Barat Daya, katanya Forum FKPTPI berfungsi bukan hanya sebagai wadah koordinasi antara perguruan tinggi pertanian, melainkan jembatan antara dunia akademi, dunia usaha, dan pemerintah daerah dalam menciptakan solusi nyata bagi sektor pertanian.
Kata Absalom Salossa bilang, Forum ini menjadi motor penggerak inovasi yang mengintegrasikan hasil riset teknologi tepat guna,
pendidikan fokasi, serta pemberdayaan masyarakat tani untuk memperkuat ketahanan tanah nasional.
"Bagi kami ini, di Papua Barat Daya kehadiran FKPTPI memberikan dukungan moral dan intelektual yang sangat penting. Kolaborasi antara FKPTPI, Universitas Papua, dan pemerintah daerah dalam membuka ruang untuk transfer pengetahuan, riset, terapan, dan pembangunan kapasitas, pertanian lokal, serta UMKM Orang Asli Papua.
Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan model pembangunan pertanian yang sesuai
dengan konteks sosial budaya dan ekonomi di tanah Papua. Kami percaya bahwa masa depan pertanian Indonesia, termasuk PBD akan ditentukan oleh kemampuan kita.
Dan memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan kearifan lokal, teknologi dengan tradisi, dan riset sesuai kebutuhan masyarakat. Arah strategis pembangunan pertanian dan pangan di PBD.
pertama, revitalisasi komoditas lokal unggulan seperti sagu, kelapa palang, kakao, dan hasil perikanan tangkap berkelanjutan.
kedua, pengembangan kawasan pangan lokal terpadu yang menghubungkan aspek ekologi sosial dan ekologi.
ketiga, kolaborasi riset inovasi pertanian antara pemerintah, FKPTPI, dan perguruan tinggi daerah.
keempat, pemberdayaan UMKM dan Koperasi Rakyat, termasuk Koperasi Merah Putih dan UMKM Orang Asli Papua.
kelima, penguatan pendidikan pertanian dan literasi pangan melalui program Papua cerdas, Papua sehat, Papua produktif.
Lebih lanjut dia mengatakan, Langkah- langkah bertujuan untuk membangun sistem pertanian yang tangung dan beberkelanjutan tidak hanya menghasilkan pangan tetapi menumbuhkan nilai-nilai ekonomi, memperkuat identitas budaya dan keseimbangan lingkungan.
" Kegiatan lokakarya Nasional Forum ini adalah momentum penting untuk mempertemukan ilmu dan inovasi. Berharap untuk melalui kegiatan ini sebagai titik temu antara pengetahuan global, dsn kearifan lokal.
Agar dari PBD tanah Papua, dan provinsi Papua Barat, dapat menyuarakan pesan kepada dunia bahwa ketahanan pangan sejatinya lahir dari kemandirian, kebersamaan, serta kehormatan terhadap alam. Semoga kegiatan ini melahirkan rekomendasi dan kolaborasi yang memperkuat pembangunan pertanian Indonesia. Yang berkelanjutan berdaulat, berkeadilan sosial. PBD membangun dengan hati, menyatukan dalam kasih.(EW)