Jelang Lebaran, Puluhan Warga Sorong Antre Minyak Tanah di Alun-Alun Aimas
Sorong, Melanesiapost – Puluhan warga mengantre dengan membawa jerigen demi mendapatkan minyak tanah di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, pada Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari operasi pasar extra dropping yang digelar PT Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sorong guna menyambut Hari Raya Idul Fitri 1477 H.
Penyaluran dilakukan dengan mekanisme, di mana setiap kartu keluarga (KK) atau konsumen dibatasi maksimal 20 liter. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan mencegah praktik spekulasi oleh pengecer.
Sales Branch Manager Papua Barat I PT Pertamina Patra Niaga, Yunus Muharraman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang berlangsung sejak awal Maret hingga awal April 2026.
"Minyak tanah di wilayah Papua-Maluku masih menjadi kebutuhan utama rumah tangga. Oleh karena itu, kami melalui agen CV Cinta Damai bekerja sama dengan Pemkab Sorong menyelenggarakan extra dropping untuk mencukupi persediaan masyarakat mengantisipasi kebutuhan lebaran," ujar Yunus di sela-sela peninjauan operasi pasar.
Berdasarkan kuota BPH Migas dan permohonan pemerintah daerah, total terdapat 25.000 liter minyak tanah yang dialokasikan khusus untuk momen ini di Kabupaten Sorong. Pendistribusian dibagi dalam dua tahap, yakni pada 14 Maret dan 18 Maret 2026.
Selain berpusat di Alun-alun Aimas, Pertamina juga menyebar stok ke beberapa titik pangkalan strategis. "Tujuannya adalah pemerataan distribusi agar tidak menumpuk di satu titik yang berpotensi menyebabkan kekacauan. Jadi, kita ratakan di pangkalan-pangkalan strategis," tambah Yunus.
Mengenai harga, Yunus menegaskan bahwa dalam operasi pasar ini maupun di pangkalan resmi, harga wajib m
engikuti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
"HET menyesuaikan aturan yakni Rp4.000 per liter. Kami melakukan pendataan bagi setiap pembeli dan membatasi jatah 20 liter per KK. Tujuannya agar menyentuh langsung ke masyarakat, bukan ke pengecer. Kami tidak melayani pengecer," katanya.
Pihak Pertamina menjamin bahwa stok bahan bakar minyak (BBM), khususnya minyak tanah di wilayah Sorong, dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau untuk tidak terpancing isu kelangkaan yang dapat memicu aksi borong.
"Stok di Sorong aman. Hari ini kita buktikan bisa suplai tanpa kendala. Jadi masyarakat tenang saja, beli sesuai kebutuhan dan tidak perlu melakukan penimbunan. Pertamina hadir untuk memastikan Ramadhan dan Lebaran berlangsung kondusif," tutup Yunus. (Red)