Ketua GEMPHA PBD Kritik Kunjungan Ketua Satgas MBG ke Raja Ampat

Ketua GEMPHA PBD Kritik Kunjungan Ketua Satgas MBG ke Raja Ampat

Raja Ampat - Ketua Generasi Muda Pejuang Hak Adat Papua (GEMPHA) Papua Barat Daya (PBD), Rojer Mambraku, SH, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Wakil Gubernur PBD yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG), Ahmad Nausrau. Kritik ini muncul setelah kunjungan kerja Nausrau ke Raja Ampat pada 4 September 2025.

Menurut Mambraku, klaim Nausrau di media bahwa program MBG di Raja Ampat berjalan positif dan lancar tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. “Kunjungan beliau hanya sampai di Waisai, dan beliau langsung menyimpulkan bahwa program ini sukses. Padahal, program ini belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah terpencil,” ujar Rojer kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Jumat (5/9/2025).

Ia menjelaskan bahwa program MBG yang seharusnya ditujukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan anak sekolah di kampung-kampung justru belum dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar masyarakat di daerah terpencil Raja Ampat.

Mambraku menyoroti kurang profesionalnya Ahmad Nausrau dalam menangani mekanisme pasokan pangan, mengingat luasnya wilayah geografis Raja Ampat yang terdiri dari banyak pulau. “Sistem dapur yang hanya satu di Raja Ampat ini jelas tidak memadai. Seharusnya, mereka merekrut minimal 50 tenaga kerja untuk program ini, bukan hanya delapan orang seperti sekarang,” tegasnya.

Ia menambahkan, karena keterbatasan ini, program MBG belum mampu menjangkau 117 kampung di Raja Ampat. Mambraku menekankan bahwa program ini harus benar-benar menyentuh sasaran yang tepat sasaran, bukan sekadar kegiatan seremonial pemerintah. “Program ini harus memberikan dampak positif bagi masyarakat yang memang mendesak,” imbuhnya.

“Saya membantah pernyataan Wakil Gubernur yang mengatakan program MBG di Raja Ampat berjalan positif dan lancar. Klaim itu yang saya kritik, karena tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” tutup Mambraku.

(Eskop Wisabla)