Komisi XIII DPR RI Pastikan Penyaluran Makanan Bergizi Gratis Tepat Sasaran di Papua Barat Daya

Komisi XIII DPR RI Pastikan Penyaluran Makanan Bergizi Gratis Tepat Sasaran di Papua Barat Daya

Sorong, Papua barat daya -  Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, Mengunjungi terkait makanan Bergizi Gratis di Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya, pada Kamis (23/10/2025). 

Yan Permenas Mandenas menyatakan kami mengikuti perkembangan dari banyaknya Komplain terkait dengan penyajian makanan bergizi gratis (MBG) di seluruh Indonesia. Maka kunjungan ini sebagai langkah melihat langsung di sekolah. 

"walaupun lebih banyak manfaat yang diterima ketimbang yang komplain. Tapi prinsipnya bahwa kita mendengar masukan dari masyarakat, baik itu lewat media sosial, lewat surat menyurat, tapi juga bertemu, bertetap muka langsung," Kata Yan kepada wartawan ini saat di wawancara. 

Sehingga pada kesempatan kali ini, kebetulan bertempatan dengan Reses DPR RI, fraksi Partai Gerindra memerintahkan untuk semua anggota fraksi berkolaborasi dengan anggota DPR di Kabupaten Kota untuk melakukan monitoring langsung terkait dengan penyajian makanan bergizi gratis di sekolah-sekolah, tapi juga melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dapur-dapur yang ada di setiap wilayah di seluruh Indonesia, "ujarnya.

Menurutnya Tujuannya setelah Reses, kita akan rampungkan semua laporan dan akan menyampaikan kepada Bapak Presiden

untuk melakukan evaluasi terbatas dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Setelah itu Presiden Prabowo menetapkan,program MBG keberlanjutan. 

"MBG ini mulia untuk masa depan anak cucu kita. Jadi jangan sampai program ini disalah manfaatkan atau dalam pelaksananya tidak maksimal memberikan manfaat kepada para siswa," 

Nah itulah yang sementara ini kita terus lakukan evaluasi secara bertahap, sehingga bisa meminimalisir berbagai macam komplain dan juga kendala-kendala yang dihadapi dalam penyajian MBG di daerah-daerah. Tapi kalau saya lakukan monitoring di Kabupaten Sorong, hari ini di Kota Sorong, saya lihat bahwa ada perkembangan yang cukup baik.

Kata Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas, Standarisasi dalam pengelolaan dapur, kemudian penyajian makanannya, manfaat dari para siswa, responnya lebih banyak. 

"Mungkin kalau 100 persen, mungkin minusnya cuma hanya 2 persen. Nah jadi lebih banyak yang menerima manfaat cukup baik, baik dari sisi kebersihan, dari sisi makanannya, rasanya, apa semua mereka cocok.

Tadi Ada dua masukan saja yang menyangkut dengan mungkin penyajian buah, dan porsi makanan yang mungkin masih kurang. Kalau antara SD dan SMP, SMA kan beda ya, sudah makin besar, pasti makannya makin banyak.Kemudian SD minta susu, nah ini yang nanti kita akan lakukan evaluasi ke depan. 

sehingga kita coba menetapkan sebuah format yang tepat dalam pelaksanaan penyajian MBG, di seluruh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Yang jelas, tujuan Pak Prabowo bahwa seluruh, siswa dan juga guru, kemudian ibu hamil, kemudian petugas posyandu, di tahun 2026 semua harus menerima manfaat dari makan bergizi gratis. Jadi mungkin nanti alokasi kuotanya akan bertambah di tahun 2026," Ucap Yan disampaikan di salah satu sekolah SMK negeri 1 Sorong. 

Ia mengatakan Terkait harga, tugas Saya akan minta untuk dinaikkan harga di Papua sesuai dengan standar kemahalan yang berlaku di seluruh Papua.

"Karena kalau kita pakai di Papua dengan Rp10.000, kemudian Rp8.000 untuk kota Sorong, kemudian kabupaten Sorong kemarin Rp12.000 dan Rp14.000, saya pikir itu masih jauh. Makanya lauknya pun masih terbatas, porsinya juga masih sedikit.

Kalau mungkin budgetnya bisa dialokasikan lebih, pasti mereka akan tambah porsi. Mungkin ayamnya mungkin tadinya mungkin satu paha bisa berkembang jadi satu stengah atau dua dengan ukuran yang sudah diatur.

"Karena biasanya kan ayam potong, saya suka ke pasar dan saya tahu ayam potong itu satu ekor dipotong 6 atau 12 Kalau mau potong 6 berarti porsinya kita harus tambah jadi belinya lebih banyak untuk SMA. Tapi kalau mau potong 12 Ya, pasti tidak cukup kalau sekelas SMA makan cuma dengan satu potong.

Jadi ini yang kita evaluasi secara bertahap dengan memberikan alokasi anggaran. lagi yang cukup sehingga manfaatnya akan lebih besar.Dan siswa-siswa pun juga akan puas," Tutup bicara Mandenas. (EW)