Mahasiswa di Kota Sorong Hadirkan Lapak Baca, Ajak Generasi muda dan Masyarakat  Kembali Cinta Buku

Mahasiswa di Kota Sorong Hadirkan Lapak Baca, Ajak Generasi muda dan Masyarakat Kembali Cinta Buku

Sorong, melanesiapost.com - Komunitas Lapak Baca Papua Berpikir Kota Sorong (KLBPBKS) mengadakan Lapak baca di Sorong City Kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya, Sabtu 8 November 2025 sore. 

Kegiatan ini menghadirkan  buku bacaan gratis yang bisa diakses siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Koordinator KLBPBKS Paulus Buto, bilang  lapak baca ini merupakan bagian dari gerakan literasi yang bertujuan menghidupkan minat membaca di tengah masyarakat yang kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai.

“Kami ingin menghadirkan ruang baca yang santai dan terbuka. Siapa pun boleh datang, membaca, bahkan berdiskusi. Tidak perlu biaya, cukup datang dan baca,”ujar Paulus saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan.

Laporan UNESCO menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, atau satu dari seribu orang yang benar-benar gemar membaca secara aktif. Dari total populasi 281,56 juta jiwa, sekitar 272,15 juta jiwa telah melek huruf. Meski demikian, masih terdapat 3,33% penduduk atau sekitar 9,41 juta jiwa yang buta huruf," Katanya dalam orasinya sebagai ajakan warga  papua Barat Daya untuk mencintai membaca. 


Ia mengatakan kegiatan lapak baca ini kami menargetkan setiap hari sabtu, karena hari itu waktunya tepat untuk kami Berliterasi di raung terbuka. Membaca bukan hanya kegiatan individu, tapi juga gerakan sosial untuk membangun pengetahuan bersama," Katanya. 

Sementara itu presiden mahasiswa universitas muhamadiyah Sorong  Lukman Fauzi Rumwokas, turut hadir memberikan apresiasi  kegiatan tersebut. Gerakan literasi yang mahasiswa mereka lakukan ini sangat  positif dan sangat penting. Melalui membaca buku masyarakat atau pun generasi bisa mampu membedakan baik dan buruk, artinya budaya  literasi di Indonesia timur lebih khusus di sorong penting untuk ditingkatkan. menjadi  generasi yang cerdas dan bijak tidak ada cari lain selain membuka buku. "lapak bukan hanya sekedar berkumpulan  komunitas melainkan tindakan nyata untuk menciptakan generasi yang kritis, agar supaya menganalisis  situasi kini. 

KLBPBKS berharap, ke depan, semakin banyak warga yang berpartisipasi baik sebagai pembaca maupun relawan penyumbang buku.

Kesempatan tersebut mahasiswa pegiat literasi kota Sorong Provinsi Papua Barat Daya meminta para kepala Dinas Pendidikan dan walikota Sorong serta  pemerintah daerah pentingnya memperhatikan langkah nyata seperti ini.

 Menurut mereka meningkatkan minat baca  masyarakat  tanggungjawab moral bersama oleh semua elemen. Tidak bisa kerja sendiri- sendiri. Tanah Papua sangat mendesak  ilmu pengetahuan, bukan infrastruktur fisik," Pungkasnya. (EW)