Perempuan di Garda Depan Perjuangan: GMNI Bahas Tantangan dan Peluang di Dunia Organisasi

Perempuan di Garda Depan Perjuangan: GMNI Bahas Tantangan dan Peluang di Dunia Organisasi

Kota Sorong, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tri mantap cabang Sorong Melalui Bidang kesarinahan menyelenggarakan diskusi publik bertema "Peran Strategis perempuan dalam politik dan kesetaraan di Panggung kekuasaan" Berlangsung di Caffe Teras kayu km 9 Kota Sorong PBD, Kamis 16/10/2025) Sore.

Anggota Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya, Satriawati, turut hadir dan memberikan arahannya bahwa, pertemuan ini bukan sekadar pertemuan, melainkan penting harus ada rencana tindak lanjutnya. 

"apa yang akan dilakukan ke depan, minimal ada target, tahun pertama, tahun kedua, tahun ketiga, sampai pada, kalau misalnya ada targetnya hanya pemilu, maka sampai pada 2029. 

Saya ingin menyampaikan bahwa perempuan Papua itu luar biasa hebat. Maka itu harus terus direbut untuk duduk di dalam lembaga-lembaga atau ruang-ruang yang bisa kemudian mewakili kelompok-kelompok perempuan lainnya,” Kata Satriawati. 


Dia bilang, ketika perempuan diberi ruang, perempuan itu lebih tahu situasi emosional yang ada di sekitarnya, yang ada di rumah tangga, tantangannya luar biasa. Ia Berpesan kepada para perempuan agar memiliki keinginan, dan niat yang kuat.

" teman-teman laki-laki maupun perempuan harus saling mendukung dan dalam komitmennya bahwa ini adalah gerakan kita bersama untuk mensejahterakan rakyat PBD," Harap dia. 

Menurutnya, perempuan itu sumber kehidupan bagi keluarga tetapi juga pemimpin di hari esok, kuncinya adalah belajar dari sekarang untuk menjadi pemimpin hari esok. 

“Sehingga perempuan-perempuan yang telah bergabung dalam organisasi GMNI

Terus mempertahankan diri, belajar dan terus belajar. Mencari dan terus mencari. kamu pasti

Menemukan Jati dirimu sebagai seorang perempuan. Dan berkomitmen bahwa saya pemimpin. 

"Perempuan itu bisa. hanya menerjemahkan kata itu, dari setiap kabupaten dan kota, Sesuai dengan geografis dan Demografinya kita masing-masing. PR bagi perempuan adalah bagaimana 30 persen menjadi 50 persen di DPR Otsus," Ucap anggota Bawaslu PBD ini. 

Ketua DPC GMNI Kota Sorong, Mesak Malibela, juga menyampaikan kegiatan diskusi ini tidak hanya tanggung jawab ketua bidang Ketua bidang keseharian saja melainkan program  Pimpinan cabang Untuk meningkat lebih lanjut,  Apa yang menjadi diskusi hari ini. 

"Peran perempuan adalah sangat strategis bagi kehidupan, Sangat Mempengaruhi perkembangan Zaman. untuk kemajuan negara, salah satu bukti nyata adalah Menteri Keuangan tetapi baru saja di ganti. 

Dari hasil diskusi ini Kemudian satu pesan yang saya Harus sampaikan kepada semua

Teman-teman perempuan, yang ada di organisasi mana saja Jangan pernah minder

Untuk bergaul dengan laki-laki harus punya komitmen," Ujarnya mesak motivasi kepada perempuan. 

Kata dia, saya berorganisasi sejak 2016 hingga kini menjadi ketua cabang, perempuan itu selalu banyak di awal proses bagus tetapi Laki-laki juga Mempengaruhi Teman-teman perempuan Kenapa? Karena perempuan ini juga lemah, Lemahnya di telinga, Karena Apa yang disampaikan oleh laki-laki Itu langsung ditelan. 

“Akhirnya potensi Perempuan yang seharusnya mau Berproses di organisasi itu secara tidak Langsung dengan sendirinya Tergeser karena, ada masalah perasaan disitu maka, Langsung ke luar. Itu fakta yang terjadi di organisasi. Akhirnya Perempuan itu sudah dibatasi melalui potensi untuk berorganisasi ada, " Tuturnya ketua ini. 

Ia memberikan tekanan kepada perempuan

Ketika ada di ruang organisasi pentingnya berkomitmen bahwa saya bergabung dalam organisasi untuk Belajar membentuk karakter diri saya sebagai seorang perempuan. 

Agar kemudian Potensi diri kita itu akan keluar dari dalam diri kita sendiri. 

"Jadi saya hanya menyampaikan itu kepada perempuan Supaya Harus punya impian Bahwa ketika masuk dalam organisasi untuk belajar, Tidak ada maksud lain Itu yang harus menjadi dasar," Tambah dia. 

Bidang kesarinahan GMNI Kota Sorong Niken Rahawarin, menyampaikan semua hak manusia yang sama di muka publik. Perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki di kursi legislatif maupun apapun itu, 

tergantung dari bagaimana cara kita untuk mengawal Undang-Undang No.7 tahun 2017.

“Terus, untuk teman-teman perempuan bahwa ruang organisasi ini adalah pintu utama untuk

bagaimana kita bisa ada di panggung politik. 

Organisasi GMNI bukan jaminan melainkan

 perempuan perlu untuk belajar dari hal-hal kecil  

Sehingga bisa mencapai sesuatu yang lebih besar,” Kata Niken sebagai kesimpulan diskusi tersebut. ( EW )