Peringati Roma Agreement 63 Tahun KNPB Wilayah Kaimana Bekali sejarah Papua Barat Serukan Rakyat Papua Bersatu

Peringati Roma Agreement 63 Tahun KNPB Wilayah Kaimana Bekali sejarah Papua Barat Serukan Rakyat Papua Bersatu

Kaimana - Komite Nasional Papua Barat KNPB wilayah Kaimana mengelar diskusi pembekalan sejarah perjuangan Papua dalam rangka memperingati hari Roma Agreement di Kaimana Provinsi Papua Barat, Selasa 30/9/2025).

Ketua I KNPB wilayah Kaimana Fando Nyai, menegaskan bahwa Roma agreement 30 September 1961, merupakan perjanjian ilegal penjajah untuk menguasai tanah Papua. Maka hari ini tepat 30 September 2025, 63 Tahun Roma agreement melalui peringatan ini kami melakukan pembekalan sejarah bangsa Papua Barat sebagai langkah menghidupkan sejarah berlawanan rakyat Papua Barat," ujar ketua I secara tertulis diterima wartawan media ini.


"Membahas tentang sejarah Roma Agreement maupun sejarah panjang perjuangan rakyat Papua dari 1961 hingga hadirnya Otsus yang merupakan gula-gula politik jakarta untuk membungkam suara kemerdekaan rakyat Papua di atas tanah Papua. 

Ia menekankan, hari sejarah kepada rakyat Papua Barat, maka itu bukan sekedar memperingati setiap tahunan melainkan merefleksikan peristiwa dan kejadian masa lalu. 

ketidakadilan bagi rakyat Papua, maka itu pentingnya merawat dan membangkitkan kembali sejarah perjuangan sebagai langkah strategis guna menyerukan para  dunia bahwa rakyat Papua Barat masih dalam perlawanan terhadap penjajahan diatas tanah papua," Tutur Fando Nyai.

Fando bilang, sejak 1961  Rakat Papua Barat dalam genggaman  penjajahan kolonialisme Indonesia. Banyak yang  dibunuh diberkosa, diskriminasi rasisme kepada orang Papua berlangsung lama hingga kini 2025. Penjajahan pencaplokan wilayah lain atau bangsa lain terhadap bangsa lain seperti bangsa Papua adalah murni kolonialisme atas kepentingan kapitalisme untuk mengeksploitasi sumber daya alam, mengabaikan sumber daya manusia itu fakta sejarah mencatat seperti itu," ucap ketua I.

" Melupakan sejarah maka hilang harga diri sebagai sebuah Bangsa, Sebab sejarah adalah nilai-nilai suatu bangsa. di tanah Papua saat ini hampir  sebagian orang Papua yang dikontrol oleh negara dengan berbagai tawaran untuk bagaimana menciptakan Nasionalisme palsu kepada orang Papua, supaya menjadi apatis tentang perjuangan kemerdekaan di Papua.ia Menyerukan agar bersatuan rakyat Papua, kekuatan untuk melawan segala penindasan di Papua. 

Dia menambahkan,Terlepas dari pada itu kami dari KNPB Kaimana juga menyikapi eskalasi politik di tanah Papua yang semakin tidak baik-baik saja dimana penderopan militer yang begitu massif di Intan Jaya dan Paniai, hingga beberapa wilayah konflik di seluruh tanah Papua saat ini," kata dia 


Melalui diskusi tersebut mereka  meminta kepada pemerintah Indonesia agar segera tarik militer organik maupun non organik dari daerah konflik karena hanya akan menimbulkan trauma bagi rakyat sipil yang ada di daerah konflik. Ini bukan soal memperingati sejarah Roma agreement tetapi bukti nyata perlawanan rakyat Papua terhadap segala bentuk ketidakadilan di Tanah ini.

"Jika masih ada penindasan di Papua maka rakyat Papua akan Terus melakukan melawan meliputi, aksi, diskusi, mobilisasi massa dan pengorganisiran, langkah strategis mengusir penjajah di Papua," Tutup pembicara ketua I .(EW)