Perkuat Tata Kelola, Mitra EcoNusa Gelar FGD Pembagian Peran Organisasi di Malaumkarta Raya
MALAUMKARTA, Melanesiapost – Dalam upaya memperkuat kelangsungan program pembangunan berbasis potensi lokal, berbagai lembaga di kawasan Malaumkarta Raya menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada Minggu (1/3/26). Bertempat di Balai Kampung Suatolo/Malaumkarta, diskusi ini fokus pada refleksi dan pembenahan tata kelola organisasi agar lebih efisien dan terstruktur.
Dalam lima tahun terakhir, program pengelolaan di wilayah Malaumkarta Raya menghadapi tantangan serius berupa penurunan ritme dan efektivitas kerja. Hal ini dipicu oleh dua faktor utama:
1. Kesiapan Internal: Kapasitas personal dalam organisasi Perkumpulan Generasi Malaumkarta (PGM) yang perlu ditingkatkan.
2. Mobilisasi Sumber Daya: Banyaknya program eksternal yang masuk ke wilayah Malaumkarta tanpa kesiapan desa dalam memobilisasi Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia.
Meskipun PGM mendapatkan dukungan penuh dari Yayasan EcoNusa dan berbagai LSM lainnya, namun disadari bahwa peran operasional saat ini belum maksimal dalam mendorong pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal.
Salah satu poin krusial dalam FGD ini adalah perlunya koordinasi antara lembaga-lembaga yang beroperasi secara bersamaan di Malaumkarta, yaitu:
PGM (Perkumpulan Generasi Malaumkarta)
Koperasi Egek dan CV Egek
Kelompok Pengelola Ecowisata
Selama ini, pendistribusian tanggung jawab yang belum merata mengakibatkan beban kerja yang tidak seimbang. Melalui forum ini, para pemangku kepentingan merancang mekanisme kerja yang lebih terstruktur guna menghindari tumpang tindih peran (overlapping) serta meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya manusia.
Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci dan perwakilan lembaga dari berbagai sektor di Malaumkarta Raya, di antaranya:
Dewan Adat dan Pemerintah Kampung Malaumkarta Raya.
Tim EcoNusa (Staf dan CO).
Dewan Pendiri, Pengawas, dan Pengurus PGM.
Direksi CV Egek dan Pengurus Koperasi Egek.
Kelompok Ecowisata, Sanggar Budaya Lemek, dan Ikatan Kampung Malaumkarta Raya.
POKMASWA, MHA Wooti Kook, serta Persemar Malaumkarta.
FGD skala kecil namun strategi ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan internal organisasi. Melalui ruang diskusi terbuka ini, terciptalah kesepahaman bersama mengenai arah baru organisasi:
“Forum ini adalah wadah refleksi untuk mengidentifikasi masalah internal dan menghimpun masukan konstruktif. Tujuan satu: menciptakan Pembagian peran yang jelas agar program pembangunan di Malaumkarta Raya dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.”
Dengan tata kelola yang lebih sehat, Malaumkarta Raya optimis dapat memaksimalkan potensi lokalnya demi kesejahteraan adat masyarakat setempat.(Red)