Strategi "Borong Dagangan": Cara Unik Pramuka Papua Barat Daya Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

Strategi "Borong Dagangan": Cara Unik Pramuka Papua Barat Daya Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan

SORONG, Melanesiapost – Suasana sore di sekitar Jalan Kilo 10 dan kawasan Bandara Deo tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hiruk-pikuk warga yang berburu takjil, puluhan anggota Pramuka dengan seragam cokelat lengkap terlihat sibuk membagikan paket berbuka puasa kepada para pengguna jalan.

Namun, ada yang istimewa dari aksi bagi-bagi takjil yang dilakukan oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Papua Barat Daya kali ini. Alih-alih memasak sendiri, paket takjil yang dibagikan justru dibeli langsung dari para pedagang kecil di pinggir jalan.

Ketua Kwarda Papua Barat Daya, Ny. Orpa Susana Kambu, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak memproduksi takjil sendiri adalah strategi sengaja untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat lokal.


"Kenapa kami tidak buat sendiri? Kalau kami buat sendiri lalu berbagi di tengah masyarakat, dagangan mereka (penjual takjil) nanti tidak laku," ujar Orpa Susana Kambu saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, jika Pramuka membawa makanan dari luar, para pedagang yang berjualan di titik-titik keramaian seperti depan sekolah atau area bandara akan kehilangan pembeli potensial mereka. Oleh karena itu, melalui program Pramuka Peduli, pihaknya memilih untuk memborong dagangan warga kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat yang membutuhkan.

Inisiatif "berbagi kasih" ini menyasar masyarakat luas, mulai dari pengendara kendaraan bermotor hingga pejalan kaki yang melintas di kawasan strategis:

Lokasi Utama: Area depan Kilo 10 dan kawasan sekitar Bandara Deo.

Sasaran: Pengendara motor, mobil, hingga pejalan kaki yang sedang dalam perjalanan pulang.

Sumber Takjil: Dibeli langsung dari lapak-lapak pedagang di sepanjang jalan tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Februari 2026 ini merupakan langkah awal bagi Kwarda Papua Barat Daya dalam memperkuat eksistensi Pramuka di tengah masyarakat. Orpa berharap aksi ini tidak hanya sekadar memberi makanan, tetapi juga menciptakan harmoni antara Pramuka dan pelaku usaha kecil.

"Ini adalah awal yang kami lakukan di bulan puasa ini. Mudah-mudahan ke depan kami bisa melakukan yang lebih baik lagi dari yang sekarang," tutupnya dengan penuh harap.

Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Pramuka Peduli tidak hanya tentang memberi, tetapi juga tentang bagaimana cara memberi yang paling bijak bagi lingkungan sekitar.(Red)