Polemik Pemekaran Distrik di Maybrat: Anak Asli Kampung Tomase Tolak Draft Distrik Baru
MAYBRAT, Papua Barat Daya - Rencana pemekaran distrik di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menuai polemik. Salah satu anak asli Kampung Tomase, Aris Kareth, secara tegas menolak hasil pertemuan sejumlah intelektual Distrik Ayamaru Utara Timur yang berlangsung di Kota Sorong pada Kamis (21/8/2025).
Aris mengakui langkah para intelektual tersebut patut diapresiasi karena bertujuan membela kepentingan masyarakat. "Kami masyarakat Distrik Ayamaru Utara Timur memberikan apresiasi karena pertemuan itu bicara demi kepentingan masyarakat Distrik Ayamaru Utara Timur untuk melindungi kampung dan hak-hak masyarakat agar tidak ditarik bergabung dengan distrik pemekaran yang baru," jelasnya.
Namun, ia menegaskan bahwa inti masalah yang harus diselesaikan adalah polemik dua kampung, yaitu Kampung Nauwita dan Kampung Fraboh. Menurutnya, fokus utama seharusnya adalah mengembalikan kedua kampung tersebut agar Distrik Ayamaru Utara Timur tetap utuh dengan delapan kampungnya.
"Fokus masalahnya di situ, jangan melebar ke mana-mana," tegasnya.
Aris menyoroti rencana memasukkan Kampung Tomase ke dalam draf rancangan distrik baru, yaitu Distrik Ayamaru Utara Timur Jaya. Ia menilai langkah ini tidak berdasar karena secara wilayah dan administrasi, Kampung Tomase sudah jelas masuk ke dalam Distrik Ayamaru Utara Timur.
"Jangan lagi buat narasi baru atau timbulkan masalah baru dengan mengikutsertakan nama Kampung Tomase. Itu akan membuat masalah atau konflik yang fatal," katanya.
Atas nama seluruh masyarakat Kampung Tomase, Aris menyatakan penolakan tegas terhadap draf distrik baru yang menyertakan nama kampungnya. Ia mengungkapkan bahwa para intelektual belum pernah berdiskusi dengan masyarakat Kampung Tomase terkait rencana tersebut.
"Beberapa intelektual sampaikan di media bahwa sebelum ada pemekaran harus didiskusikan dengan masyarakat Kampung Tomase. Tapi kenyataannya, yang terjadi pada pertemuan di Kota Sorong justru sebaliknya," ujar Aris.
Aris menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa masyarakat Kampung Tomase tidak akan pernah menyetujui pemekaran distrik baru yang melibatkan nama kampungnya tanpa persetujuan bersama.
"Kami menolak untuk menghindari keributan dan segala macam konflik di masa depan. Tolong itu diperhatikan dan dipertimbangkan," pungkasnya.
(Gamaliel.K)