Potensi Kelapa Tambrauw Belum Tergarap Optimal, pemerintah siap latih petani kelola kopra
Tambrauw, Papua Barat Daya – Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw melakukan kunjungan kerja ke salah satu kelompok tani kopra di Sausapor. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau perkembangan dan memberikan pendampingan langsung kepada para petani, mengingat potensi kelapa yang melimpah di daerah tersebut belum tergarap secara optimal.
Menurut data Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw, potensi produksi kelapa di daerah ini bisa mencapai lebih dari 2.000 ton per tahun. Angka ini didukung oleh penelitian Bank Indonesia (2014) dan Rencana Pembangunan Industri Provinsi Papua Barat 2022–2042 yang menempatkan kelapa sebagai komoditas unggulan dan prioritas. Meski demikian, Sekretaris Dinas Pertanian, Yulianus Semunya, SP, mengakui bahwa pemanfaatan kelapa oleh masyarakat masih terbatas.
“Selama ini pengelolaan kelapa oleh masyarakat masih sederhana, yaitu hanya dijual dalam bentuk buah kelapa utuh atau diolah menjadi kopra,” ujar Yulianus. Ia menambahkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti terbatasnya lokasi, minimnya sarana prasarana, serta rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan pascapanen.
Padahal, kelapa memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti minyak kelapa, arang tempurung, dan sabut kelapa. Diversifikasi produk ini diyakini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas pasar, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan para petani.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong para petani di Tambrauw agar tidak hanya fokus pada penjualan kopra, tetapi juga mulai melihat pengolahan produk turunan lainnya. Dengan pendampingan dan pelatihan yang tepat, potensi kelapa Tambrauw dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat lokal. Red