Putri ASEGI FC Tak Terbendung! Bungkam Wefo 1–0 di Final, Yehuda Kareth Persembahkan Piala FITY CUP II untuk Ayamaru Jaya

Putri ASEGI FC Tak Terbendung! Bungkam Wefo 1–0 di Final, Yehuda Kareth Persembahkan Piala FITY CUP II untuk Ayamaru Jaya

Maybrat Melanesia post Dengan keringat, disiplin, dan mental baja, Putri ASEGI FC akhirnya menuntaskan perjalanan panjang mereka di FITY CUP II dengan satu kepastian: angkat piala juara. Kemenangan tipis 1–0 atas Tim Wefo di partai final yang berlangsung panas dan menegangkan di Lapangan Futsal Alna, Ayamaru Tengah Kabupaten Maybrat, menjadi penegasan bahwa Putri ASEGI FC bukan sekadar peserta, melainkan tim dengan karakter juara sejati.

Sejak menit awal laga final, Putri ASEGI FC tampil penuh determinasi dan tekanan demi tekanan datang, duel-duel keras tak terhindarkan, dan setiap kesalahan kecil bisa berujung petaka namun di tengah tensi tinggi dan sorak tribun, skuad asuhan Yehuda Kareth, S.Pd menunjukkan ketenangan, disiplin taktik, serta keberanian mengambil keputusan di momen krusial. 

Satu gol penentu yang tercipta menjadi simbol kerja keras kolektif hasil dari proses panjang, latihan tanpa kompromi, dan kepercayaan satu sama lain di lapangan.

Kemenangan ini sekaligus mengukuhkan Putri ASEGI FC sebagai tim paling konsisten sepanjang FITY CUP II, melewati setiap fase pertandingan dengan semangat juang yang tak pernah padam dan bagi Yehuda Kareth, trofi 

juara ini bukan sekadar pencapaian olahraga, melainkan bukti bahwa futsal putri di Papua Barat Daya khususnya dari Distrik Ayamaru Jaya memiliki potensi besar, karakter kuat, dan masa depan yang patut diperhitungkan di level yang lebih tinggi.

Pelatih Putri ASEGI FC, Yehuda Kareth, S.Pd, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya usai peluit panjang dibunyikan ia menegaskan bahwa trofi juara yang diraih timnya bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari proses panjang dan kerja keras yang dijalani dengan penuh disiplin.

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh pemain Putri ASEGI FC. Gelar juara ini bukan datang karena keberuntungan dan ini hasil dari kerja keras, disiplin, dan komitmen sejak hari pertama turnamen tegas Yehuda kepada wartawan usai laga final malam di lapangan alna Ayamaru kabupaten Maybrat.(5/2/2026).

Menurut Yehuda, perjalanan Putri ASEGI FC menuju tangga juara tidaklah mudah sejak awal turnamen, timnya harus berjuang di tengah berbagai keterbatasan, namun justru di situlah karakter pemain ditempa.

Kami memulai turnamen ini dengan banyak keterbatasan tapi anak anak bermain dengan hati buktinya mereka tidak pernah mengeluh, mereka fokus pada strategi, menjaga semangat juang, dan tidak menyerah meski terus berada di bawah tekanan, ujarnya 

Tak hanya itu, Yehuda juga menegaskan bahwa kemenangan ini memiliki makna spesial bagi masyarakat Distrik Ayamaru Jaya, yang menurutnya menjadi kekuatan utama tim sepanjang turnamen ini 

Jadi Kemenangan ini saya persembahkan secara khusus untuk seluruh masyarakat Distrik Ayamaru Jaya. Doa, semangat, dan kepercayaan dari masyarakat menjadi kekuatan besar bagi kami sejak laga pertama hingga final, tegasnya

Bagi Yehuda, Putri ASEGI FC bukan sekadar klub futsal, melainkan representasi harga diri dan kebanggaan wilayah dan putri ASEGI FC bukan hanya membawa nama klub, tapi membawa nama Ayamaru Jaya. Apa yang kami raih hari ini adalah kebanggaan bersama masyarakat Ayamaru Jaya, katanya

Ia berharap prestasi ini mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak perempuan, untuk berani bermimpi dan berprestasi di dunia olahraga jadi saya ingin kemenangan ini menjadi motivasi bagi generasi muda, terutama anak anak perempuan di Distrik Ayamaru Jaya supaya mereka juga bisa berprestasi, mereka juga bisa berdiri sejajar dan bersaing di arena olahraga, lanjutnya

Yehuda menilai, mental bertanding menjadi faktor paling menentukan sepanjang FITY CUP II. Bagi dia, trofi hanyalah simbol dari sesuatu yang jauh lebih besar.

yang paling saya banggakan bukan hanya piala, tapi mental juara para pemain mereka berani, disiplin, dan saling percaya satu sama lain di lapangan jadi itulah kunci utama kami bisa berdiri sebagai juara, katanya 

Ia mengakui bahwa partai final melawan Tim Wefo menjadi ujian terberat yang harus dihadapi skuadnya. Tensinya tinggi, tekanan besar, dan kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan final selalu berat dan banyak tensinya tinggi, tekanannya luar biasa.

 Tapi saya lihat anak anak tetap tenang, tidak panik, dan bermain sesuai instruksi. Mereka menunjukkan karakter tim juara,” ungkap Yehuda.

Lebih jauh Yehuda secara khusus mempersembahkan gelar juara FITY CUP II ini kepada masyarakat yang selama ini setia memberikan dukungan moral kepada timnya dan piala ini kami persembahkan untuk masyarakat Maybrat dan semua pihak yang percaya pada Putri ASEGI FC. Dukungan kalian adalah energi kami di lapangan,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Yehuda kembali menegaskan bahwa trofi juara FITY CUP II adalah milik semua pihak yang telah berjuang bersama Putri ASEGI FC.

Piala Champion FITY CUP II ini milik kita semua. Milik masyarakat Ayamaru Jaya yang selalu berdiri di belakang Putri ASEGI FC,” pungkas Yehuda Kareth, S.Pd.(G.k)