Satu Tahun Kepemimpinan Elisa Kambu & Ahmad Nausrau di Papua Barat Daya
Sorong, Melanesiapost - Tepat satu tahun sejak pelantikan Gubernur Elisa Kambu dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau pada 20 Februari 2025 lalu, progres pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya ini menunjukkan tren positif. Mengusung visi masyarakat yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera, duet kepemimpinan ini mulai merealisasikan lima pilar transformasi melalui alokasi anggaran strategis sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Gubernur Elisa Kambu menegaskan bahwa fokus utama satu tahun pertama adalah meletakkan fondasi kuat pada sumber daya manusia (SDM) dan konektivitas wilayah. Hal ini dilakukan demi mengejar ketertinggalan dan mempercepat kemandirian ekonomi lokal.
Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas tertinggi dalam realisasi anggaran. Melalui Biro Pemerintahan, Otsus, dan Kesra, Pemprov Papua Barat Daya telah memberangkatkan 6 putra-putri Orang Asli Papua (OAP) untuk menempuh sekolah pilot dengan dukungan dana mencapai Rp5,08 miliar.
Secara makro, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah merealisasikan anggaran sebesar Rp126,09 miliar. Sementara sektor kesehatan melalui Dinas Kesehatan dan PPKB menyerap dana sebesar Rp86,60 miliar. Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan medis merata.
Di bawah kepemimpinan Elisa Kambu dan Ahmad Nausrau, transformasi birokrasi mulai beralih ke sistem E-Government. Dinas Kominfo mengucurkan Rp10,68 miliar untuk membangun infrastruktur digital guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan.
Pada sektor ekonomi, pemerintah fokus pada pemberdayaan pelaku usaha kecil. Dinas Perindakop menyalurkan Rp15,19 miliar untuk mendorong UMKM. Di Ekonomi Kreatif melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekraf merealisasikan Rp7,39 miliar untuk menggali potensi lokal.
Memutus isolasi wilayah menjadi tantangan terbesar provinsi termuda di Indonesia ini. Untuk itu, Dinas P2KP mengalokasikan Rp116,62 miliar demi pengembangan ekonomi kreatif yang terintegrasi.
Dukungan mobilitas warga juga diperkuat melalui Dinas Perhubungan dengan realisasi anggaran infrastruktur sebesar Rp27,07 miliar, serta dukungan fisik dari Dinas PUPR senilai Rp14,85 miliar.
"Satu tahun memang baru sebuah awal, namun fondasi yang kami letakkan menunjukkan arah yang jelas," ujar Elisa Kambu dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya.
Meski masih menghadapi berbagai tantangan geografis, sinergi antara pembangunan fisik dan pemberdayaan manusia di tahun pertama ini diharapkan menjadi modal kuat bagi Papua Barat Daya. (Red)