Seminar Nasional dan Pembukaan SABIL di UMS Sorong, Gubernur Harap Rumuskan Solusi Ketimpangan
SORONG, Papua Barat Daya - Universitas Muhammadiyah Sorong (UMS) hari ini menjadi tuan rumah bagi sebuah acara akademik penting: Seminar Nasional dan Pembukaan Sekolah Agraria Bertindak Inklusif dan Liberatif (SABIL). Acara yang berfokus pada isu-isu agraria dan keadilan sosial ini berlangsung khidmat di Gedung Rektor Lantai 3 UMS (26/9/25).
Acara dibuka secara resmi dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Gubernur Provinsi Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Dalam sambutannya, Gubernur Kambu memberikan penekanan kuat pada harapan agar kegiatan ini dapat menghasilkan solusi yang nyata terhadap persoalan yang ada di masyarakat.
"Kita berharap bahwa seminar ini, hadir untuk merumuskan pikiran-pikiran yang konkret, bagaimana kita memecahkan ketimpangan yang terjadi hari ini dan kekuasaan yang ada," ujar Gubernur Kambu.
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi bagi para akademisi, praktisi, dan peserta SABIL untuk tidak hanya berdiskusi secara teoritis, tetapi juga merumuskan langkah-langkah praktis dalam mengatasi isu ketidakadilan agraria dan struktur kekuasaan yang timpang.
Selain seminar, fokus utama acara ini adalah peluncuran resmi Sekolah Agraria Bertindak Inklusif dan Liberatif (SABIL). Kehadiran sekolah agraria ini diharapkan menjadi wadah pendidikan dan pengorganisasian bagi individu yang bersemangat dalam advokasi isu agraria.
Dengan nama yang mengandung makna "Inklusif dan Liberatif", SABIL diproyeksikan untuk melahirkan agen-agen perubahan yang mampu memperjuangkan hak-hak rakyat, khususnya masyarakat adat dan petani, serta mendorong tata kelola sumber daya alam yang lebih adil dan berkelanjutan di Papua Barat Daya.
Diharapkan, hasil rumusan dari Seminar Nasional dan program-program yang akan dijalankan oleh SABIL dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan sosial di kawasan tersebut.(SA)