TINGKATKAN KINERJA GURU DEMI KENAIKAN PANGKAT, DISDIKBUD PAPUA BARAT DAYA GELAR SOSIALISASI PENGELOLAAN KINERJA DIGITAL
Kota Sorong - Dalam upaya meningkatkan sistem kerja tenaga pengajar agar sejalan dengan aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Sosialisasi Pengelolaan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan melatih para tenaga pendidik dalam menyusun laporan kinerja secara mandiri untuk mendukung proses kenaikan jenjang pangkat.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh lebih dari 300 peserta dari perwakilan setiap sekolah di Papua Barat Daya ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya. Setiap sekolah diwakili oleh tiga orang, yakni Kepala Sekolah, Guru, dan Pengawas Sekolah (10/10/25).
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Adolof Kambuaya menjelaskan bahwa sistem pengajuan kenaikan pangkat, khususnya Daftar Usulan Peningkatan Angka Kredit (DUPAK), kini sudah sepenuhnya menggunakan sistem digital.
"Sosialisasi ini sangat penting untuk melatih para guru, kepala sekolah, juga staf untuk mampu mengisi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) guru secara mandiri dalam rangka proses kenaikan pangkat," ujar Adolof Kambuaya.
Penggunaan sistem digital ini merupakan tindak lanjut dari regulasi terbaru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang menekankan transparansi dan akuntabilitas kinerja tenaga pendidik. Dengan kemampuan membuat laporan kinerja secara mandiri dan digital, diharapkan proses kenaikan jenjang pangkat dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Sarles Isir, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh peserta atas antusiasme yang tinggi dalam mengikuti sosialisasi ini.
"Kami berterima kasih kepada para peserta yang antusias mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Ini sangat penting bagi para guru untuk memastikan setiap langkah kenaikan jenjang mereka sesuai dengan mekanisme dan aturan terbaru," tutup Sarles Isir.
Diharapkan, melalui kegiatan sosialisasi ini, kualitas tenaga pengajar dan pengelolaan administrasi kinerja di lingkungan pendidikan Provinsi Papua Barat Daya dapat meningkat signifikan, serta berdampak positif pada peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut.(FPA)