TPNPB-OPM Klaim Serang Pos Keamanan, Dua Aparat Tewas, dan Rampas Empat Senjata Api di Nabire

TPNPB-OPM Klaim Serang Pos Keamanan, Dua Aparat Tewas, dan Rampas Empat Senjata Api di Nabire

Nabire, Melanesiapost - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang menyasar pos keamanan di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Serangan yang dilancarkan oleh pasukan di bawah pimpinan Mayor Aibon Kogoya pada Sabtu, (21/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIT tersebut, dilaporkan menyebabkan jatuhnya dua korban jiwa di pihak aparat keamanan serta hilangnya sejumlah persenjataan.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan bahwa dalam aksi tersebut pasukannya berhasil membakar satu unit pos militer dan menembak satu unit mobil Hilux. Selain kerusakan material, Sebby mengeklaim bahwa lebih dari dua personel militer Indonesia tewas dalam baku tembak yang terjadi di lokasi kejadian. Pihak TPNPB-OPM juga menyatakan telah merampas empat pucuk senjata api milik aparat, yang terdiri dari tiga unit senjata laras panjang dan satu unit pistol.

"Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan bahwa Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya telah melakukan penyerangan dan penembakan terhadap aparat militer Indonesia," kata Sebby Sambom dalam siaran persnya.

Menurut pihak TPNPB, keberadaan aparat militer di wilayah tersebut merupakan bagian dari pengamanan terhadap aktivitas PT Kristalin Eka Lestari di Lagari. Mereka mengatakan bahwa serangan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap eksploitasi perusahaan yang dianggap merusak hutan dan lingkungan adat milik masyarakat setempat. Setelah serangan awal, sempat terjadi kontak senjata susulan saat proses evakuasi korban dilakukan, namun pihak TPNPB mengeklaim tidak ada korban jiwa dari kelompok mereka meskipun ada tembakan balasan dari pihak keamanan.


"TPNPB menegaskan kepada aparat militer Indonesia untuk tidak melakukan penyisiran, penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil yang tidak tahu apa-apa dalam insiden tersebut," tegas Sebby dalam laporan tertulisnya. 

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dari TNI maupun Polri belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi mengenai korban dan kehilangan senjata sebagaimana yang diklaim oleh pihak TPNPB-OPM. (Red)