Satu Tahun Kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Sorong Selatan: Kerja Nyata Dirasakan, Mahasiswa Minta Perhatian Serius Soal Hunian Studi

Satu Tahun Kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Sorong Selatan: Kerja Nyata Dirasakan, Mahasiswa Minta Perhatian Serius Soal Hunian Studi

Sorong Melanesia post Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya, pada tanggal 20 kemarin merayakan satu tahun masa kepemimpinan Bupati Petronila Krenak, S.Sos., M.Tr.AP dan Wakil Bupati Johan Bodori, S.Sos., M.Tr.AP untuk periode 2024–2029. Momentum ini menjadi refleksi atas capaian kerja pemerintahan sekaligus ruang evaluasi terhadap janji-janji politik yang pernah disampaikan kepada masyarakat.

Ketua Milenial Kabupaten Sorong Selatan, Rolling Saflesa, S.T., yang juga dikenal sebagai Kemenang serta mantan Ketua Umum Pertama Himpunan Mahasiswa Sorong Selatan (HIMASOS) Indonesia, menyampaikan apresiasi terbuka atas kinerja satu tahun pemerintahan saat ini.

Sebagai Ketua Milenial Kabupaten Sorong Selatan sekaligus mantan Ketua Umum Pertama HIMASOS Indonesia, saya menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Sorong Selatan atas kerja-kerja nyata yang sudah dilakukan, terutama dalam 100 hari kerja pertama dan berlanjut sampai satu tahun ini,” tegas Rolling kepada media ini.

Ia menilai, masyarakat mulai melihat dan merasakan dampak pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah jadi ita sudah melihat dan merasakan langsung beberapa hasil kerja, baik itu pembangunan infrastruktur jalan, pembangunan fisik lainnya, serta bantuan bantuan yang menyentuh langsung masyarakat. Ini bukan sekadar janji, tetapi sudah ada bukti di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir arah pembangunan di Sorong Selatan mulai menunjukkan progres yang signifikan, terutama pada akses jalan dan fasilitas publik yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat 

Kita tidak bisa menutup mata bahwa ada perubahan. Jalan-jalan yang dulu sulit dilalui, sekarang sudah mulai diperbaiki. Pembangunan fisik juga mulai berjalan

Banyak bantuan sosial dan program-program yang menyentuh masyarakat kecil juga mulai dirasakan,” tambahnya.

Namun demikian, Rolling menegaskan bahwa momentum satu tahun kepemimpinan ini juga harus menjadi titik tolak untuk memperkuat sektor pendidikan, khususnya perhatian terhadap mahasiswa asal Sorong Selatan yang menempuh studi di luar daerah.

Sebagai mantan ketua HIMASOS pertama saya pernah merasakan langsung bagaimana sulitnya mahasiswa Sorong Selatan di kota-kota studi. Sudah hampir 15 tahun Kabupaten Sorong Selatan berdiri, tetapi belum ada tempat tinggal yang layak bagi mahasiswa, baik di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, maupun di kota-kota studi lain di Indonesia, ungkapnya.

Ia menilai persoalan hunian mahasiswa bukan sekadar soal tempat tinggal, tetapi menyangkut kualitas pendidikan dan masa depan generasi daerah jadi kalau tidak ada tempat tinggal yang layak, kami tidak bisa fokus belajar. 

Pikiran kami terbagi antara kuliah dan persoalan finansial. Orang tua di kampung juga punya keterbatasan. Ini realita yang kami alami,” katanya lugas.

Rolling berharap, pada 100 hari kerja berikutnya dan seterusnya, pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan kebijakan konkret terkait penyediaan asrama atau rumah singgah mahasiswa Sorong Selatan di berbagai kota studi.

Saya atas nama Ketua Milenial Kabupaten Sorong Selatan dan mantan Ketua Umum Pertama HIMASOS Indonesia memohon ada keseriusan pemerintah daerah untuk melihat persoalan ini

Pendidikan harus menjadi prioritas. Kita butuh generasi yang fokus belajar, bukan generasi yang terus memikirkan biaya sewa dan tempat tinggal, tegasnya

Ia menambahkan, investasi pada pendidikan adalah fondasi pembangunan jangka panjang Kabupaten Sorong Selatan.

Kalau pemerintah serius membangun infrastruktur fisik, maka harus juga serius membangun infrastruktur sumber daya manusia Anak-anak Sorong Selatan di kota studi adalah aset daerah. Mereka harus diperhatikan, pungkas Rolling.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini, menurutnya, bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang komitmen berkelanjutan untuk memastikan pembangunan berjalan merata—dari kampung hingga kota studi, dari jalan raya hingga ruang-ruang pendidikan generasi muda Sorong Selatan.