Turnamen GPS Cup II Resmi Dibuka di Kota Sorong: Pemudal (GPS) Bersatu Lawan Miras dan Kekerasan Lewat Sepak Bola
Sorong, melamesiapost.com - Lapangan kompleks GPS kelurahan Puncak Cenderawasih, distrik Sorong Barat, Kota Sorong, provinsi papua barat daya sore ini menjadi saksi semangat persaudaraan dan kebangkitan pemuda puncak cendrawasih Turnamen Gawang Mini GPS Cup II Tahun 2025 resmi dibuka, menghadirkan jumbla tim putra 32 tim dan putri 12 jumbla keseluruhan 48 tim sepak bola mini dari berbagai wilayah Sorong Raya
Ketua Panitia, Guntur W. Sakof, menyampaikan sambutan pembuka dengan nada tegas dan penuh semangat salam olahraga! Hari ini kita tiba di puncak pelaksanaan Turnamen Gawang Mini GPS Cup II. Semua ini karena penyertaan Tuhan dan kerja keras seluruh panitia serta dukungan masyarakat Puncak Cenderawasih, ujar Guntur.
Ia juga menegaskan, turnamen ini lahir dari semangat pemuda pemudi lokal untuk menjauhkan generasi muda Papua dari perilaku negatif dan Kegiatan ini bukan sekadar main bola, tapi gerakan moral untuk menjauhkan anak anak muda di kompleks GPS kelurahan puncak cendrawasih dari miras, begal, dan kekerasan dan Ini bentuk nyata bahwa pemuda Papua bisa bersatu dalam hal positif,” tegasnya
Turnamen GPS Cup II akan berlangsung selama satu bulan penuh di ikuti oleh berbagai tim Gawan Mini di kota Sorong jumbla tim putra 32 tim dan putri 12 akan langsung di Lapangan GPS. Panitia yang dibentuk sejak 13 Juli 2025 beranggotakan pemuda pemudi kompleks GPS RT 003/RW 004 dan Kami bekerja dengan sukarela. Semua ini demi membangun ruang positif bagi generasi muda di Sorong Raya, tambah Guntur.
Ia juga mengungkapkan total anggaran kegiatan sebesar Rp12.400.000 yang bersumber dari dana usaha panitia, donatur, dan sponsor pribadi dan Kami sampaikan terima kasih untuk semua pihak, termasuk Abang Fredi, S.Pd., M.Si., anggota DPRK Sorong Raya dan Haji Acak dari ACak Mandiri, serta Bapak Drs. Cornelis yang telah memberikan bantuan piala dan perlengkapan turnamen, katanya
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghidupkan semangat olahraga, tapi juga menjadi simbol kesatuan dan solidaritas anak muda Papua komplek GPS kelurahan puncak cendrawasih distrik Sorong Barat kota Sorong provinsi papua barat daya dan Kami ingin tunjukkan bahwa olahraga bisa jadi alat pemersatu dan sarana membangun karakter, tegas Guntur menutup sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama ibu Lurah Puncak Cenderawasih, Makdalena Jitmau, memberikan sambutan keras namun penuh pesan moral dan Semua yang datang bertanding di sini bukan hanya untuk cari juara. Bertanding berarti bersahabat, saling mengenal, dan belajar menjaga kedamaian, kata Makdalena di hadapan para pemain dan penonton
Ia juga menegaskan agar setiap tim menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan dan Yang datang ke sini semuanya orang Papua. Mari kita tunjukkan kedewasaan kita. Jangan bikin ribut, jangan bikin onar,” ucapnya tegas.
Lurah Makdalena juga menyoroti kebiasaan negatif anak muda yang sering membuat keributan setelah acara atau perayaan kemenangan jadi Kalau menang, jangan bikin acara yang ganggu lingkungan. Kalau kedapatan bikin rusuh, saya tidak segan-segan panggil polisi. Kita harus belajar menghormati lingkungan dan orang tua, ujarnya lantang
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran bagi generasi muda untuk lebih bertanggung jawab dan berperan dalam membangun Papua dan Saya tidak akan jadi lurah selamanya. Kalianlah generasi penerus bangsa ini. Siapkan diri dari sekarang, cintai negeri, cintai alam, cintai lingkungan. Jangan tunggu orang lain bangun Papua,” katanya penuh makna dan Olahraga harus memberi nilai positif, bukan masalah. Tunjukkan lewat turnamen ini bahwa anak muda Papua bisa tampil dengan cara terhormat,” tambahnya menegaskan.
Sementara itu, Ketua RT 003 Puncak Cenderawasih, Merlin J. Antho, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras panitia dan mengingatkan pentingnya sportivitas selama turnamen berlangsung dan Puji syukur kepada Tuhan, kita masih diberi kesempatan untuk hadir di sini. Saya apresiasi adik-adik panitia yang sudah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini, ucap Merlin.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan dan Kalau ada persoalan di lapangan, jangan emosi. Sampaikan ke panitia. Ini kegiatan kita bersama, bukan tempat untuk mencari musuh,tegasnya
Merlin juga berharap seluruh pemain dapat menjaga keselamatan diri Datang dengan niat baik, bertanding dengan semangat, dan pulang dengan damai. Itu yang paling penting Menurutnya bahwa kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan di lingkungan GPS masih kuat dan Kami bangga karena kegiatan ini digerakkan oleh anak-anak muda sendiri. Ini bukti kalau pemuda kompleks (GPS) generasi pencinta sunggai bisa mandiri dan bertanggung jawab, ujarnya.
Acara pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Kakanda Hafas Lisaholet, S.T., didampingi Lurah Makdalena Jitmau, Ketua RT Merlin Antho, dan panitia turnamen.
Dengan ini, Turnamen Gawang Mini GPS Cup II Tahun 2025 resmi dibuka. Mari bertanding dengan sportivitas dan semangat persaudaraan,” seru Hafas saat menendang bola ke gawang saat langsung masuk sorakan meriah peserta dan penonton yang hadir
di lapangan Sorak sorai menggema di Lapangan GPS saat pertandingan pembuka dimulai. Pemuda dan masyarakat tampak antusias menyambut turnamen ini yang menjadi simbol persatuan dan kebangkitan generasi muda Papua dan Turnamen ini bukan sekadar lomba, tapi wadah membangun nilai-nilai positif. Lewat sepak bola, kita belajar disiplin, kerja sama, dan menghargai sesama,” tutur Guntur menutup acara.
Dengan semangat “Olahraga Satukan Kita turnamen GPS Cup II diharapkan menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membentuk karakter, dan menghidupkan kembali energi positif anak muda di Kota Sorong dan Papua Barat Daya.(GK)