UNIPA Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia Melalui FKPTPI
Sorong, Papua Barat Daya - Universitas Papua (UNIPA) Manokwari, Provinsi Papua Barat berkolaborasi dengan Forum komunikasi Perguruan tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) menyelenggarakan lokakarya Nasional di kota Sorong Papua Barat Daya, pada Rabu (22/10/2025
Rektor UNIPA yang diwakili Wakil Rektor Prof. Dr. Jonni Marwa, S.Hut., IPU Menyampaikan kegiatan ini, Sebagai langkah Meningkatkan Kolaborasi Akademik Nasional, UNIPA Manokwari melalui partisipasi dalam lokakarya FKPTPI bertujuan memperkuat jejaring antar perguruan tinggi pertanian di Indonesia.
Kolaborasi ini diharapkan mendorong pertukaran ilmu, penelitian bersama, serta inovasi di bidang pertanian tropis dan berkelanjutan. Penguatan Kapasitas dan Kualitas Pendidikan Pertanian di Kawasan Timur Indonesia khususnya di tanah Papua.
Sebagai universitas yang mewakili wilayah Papua Barat, UNIPA ingin memperjuangkan pemerataan mutu pendidikan pertanian.
Melalui forum ini, UNIPA menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas kurikulum, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan karakteristik lokal Papua,” kata dia dengan nada Komitmen.
Ia menekankan, Pengembangan Kearifan Lokal dan Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Alam Papua kami memanfaatkan momentum lokakarya untuk memperkenalkan dan mengembangkan sistem pertanian berbasis kearifan lokal, seperti pengolahan sagu, umbi-umbian, serta komoditas khas Papua lainnya.
Tujuannya adalah mendukung ketahanan pangan nasional dengan pendekatan ekologis dan berkelanjutan. Melalui forum FKPTPI, UNIPA berupaya menjembatani kerjasama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan petani lokal untuk mengimplementasikan hasil penelitian dan inovasi di lapangan.
Kontribusi terhadap Pembangunan Pertanian Berkelanjutan dan Kedaulatan Pangan Nasional UNIPA ikut berperan aktif dalam membangun sistem pertanian yang adil, inklusif, dan berwawasan lingkungan, sosial budaya berbasis kearifan lokal.
Wakil Rektor menjelaskan, kampus UNIPA Manokwari tersedia berbagai program Studi khusus di Fakultas Pertanian selain S1 ada juga Diploma 3.
“Karena Diploma 3 ini kan Sebenarnya mereka adalah praktisis Jadi dari kurikulum mereka itu 60% itu adalah praktik Jadi kita teringat bahwa ketika mereka menyelesaikan Diploma 3 Mereka itu akan menjadi Semacam pionir-pionir Yang akan menjadi pendorong Di kampung atau di desa Untuk aktivitas pertanian.
Kalau Sarjana S1 itu kan lebih banyak teoritis sehingga memang praktis
Tidak banyak yang Terlibat di dalam Tapi mereka didampingi sebagai Tenaga-tenaga pendamping yang biasanya
Dipakai oleh pemerintah daerah Di dalam kegiatan-kegiatan yang basisnya kepada Pertanian.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, UNIPA memiliki Program-program yang basisnya kepada Masyarakat. Sebagai variasi dalam rangka untuk memberikan penguatan di dalam aktivitas yang mendasar
Kepada pertanian.
" dukungan dari Universitas Papua terhadap kegiatan Untuk memotivasi generasi muda Ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan Pertanian itu terus dilakukan. Kemudian di kampus juga Kita mendorong kerja sama
Dengan teman-teman pemuda Untuk mendorong petani milenial Dengan kegiatan-kegiatan yang basisnya kepada agrobisnis, agribisnis.
bagaimana membantu mereka sehingga misalnya produk-produk pertanian mereka bisa dijual secara online.
Dengan informasi yang basisnya hingga digitalisasi. UNIPA juga dengan FAPERTA beberapa waktu lalu misalnya di Manokwari itu ada membantu untuk program ekowisata bagi masyarakat di sana dengan mendesain website kampung.
Jadi ketika kita membuat website kampung
misalnya tempat kita bisa mempromosikan
produk-produk pertanian dan juga produk-produk hasil-hasil ataupun potensi
ekowisata yang ada di setiap kampung untuk mendorong masyarakat,"tambah dia
Ia berkomitmen,kerjasama dengan pemerintah Papua Barat guna mendorong bagaimana masyarakat di Kampung, mereka bisa.terutama untuk ekowisata adalah mereka bisa berbahasa Inggris.
"Jadi kita dorong supaya mereka, masyarakat kampung inidia jual sayur, dia jual hasil-hasil kebun yang paling penting dia bisa berkomunikasi bahasa Inggris begitu. Sehingga hasil-hasil pertanian itu ketika ada turis, dari luar yang datang, mereka bisa menjual hasil-hasil mereka untuk kepentingan ekonomi mereka. Langkah itu secara tidak langsung mendukung ekonomi lokal kepada masyarakat tetapi juga kemajuan sektor ekonomi Papua,” kata Prof.Dr.Jonni Marwa, S.Hut., IPU.( EW )