Walikota Sorong Targetkan RTP Losari Diresmikan Juli 2026, Meski Tanpa AMDAL?
Sorong, Melanesiapost.com – Walikota Sorong, Septinus Lobat, meninjau langsung progres pembangunan Ruang Terbuka Publik (RTP) Losari di Remu, Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Selasa (6/1/2026). Dalam tinjauan tersebut, Lobat menargetkan kawasan ini sudah bisa diresmikan pada Juli mendatang.
Berdasarkan laporan dari konsultan dan pelaksana proyek di lapangan, pengerjaan tahap awal saat ini telah mencapai angka 90 persen.
"Pekerjaan tahap awal sudah 90 persen. Mudah-mudahan dalam bulan ini sudah selesai, sehingga kita bisa masuk ke tahap berikutnya yaitu proses lelang untuk tahun anggaran 2026," ujar Lobat.
Pemerintah Kota Sorong telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp12 miliar hingga proyek tersebut tuntas sepenuhnya. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 4.000 meter persegi ini diproyeksikan menjadi ikon baru pusat interaksi sosial masyarakat dan daya tarik bagi wisatawan.
Meski merupakan proyek infrastruktur publik yang cukup luas, Walikota menyebutkan bahwa pembangunan ini tidak menggunakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Menurutnya, lokasi tersebut sejak awal memang sudah diperuntukkan sebagai ruang publik.
"Terkait AMDAL, ini sudah diperuntukkan untuk ruang publik. Jadi tanpa AMDAL juga sudah ada, karena dari dulu digunakan sebagai RTP, kami tinggal kembangkan saja," kata Lobat.
Ia meyakini pengembangan kawasan ini tidak akan memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, melainkan justru memberikan manfaat besar bagi warga Kota Sorong yang selama ini membutuhkan tempat rekreasi.
RTP Losari didesain dengan berbagai fasilitas penunjang untuk aktivitas warga, di antaranya yakni: terminal transit, jogging track, taman kota, lapangan multifungsi untuk olahraga dan kegiatan sosial. Serta area parkir yang menampung kurang lebih 50 unit mobil.
"Masyarakat sangat butuh ruang terbuka untuk santai dan bersosialisasi. Turis yang datang juga bisa berkunjung dan berfoto di sini," tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Walikota didampingi oleh Wakil Walikota Sorong serta Kepala Dinas Cipta Karya untuk memastikan pengerjaan sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan agar target peresmian di bulan Juli 2026 dapat tercapai. (Red)