Wanita Kristen Papua Barat Daya Siap Jadi Penggerak Perubahan
KOTA SORONG, Melanesiapost – Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) se-Provinsi Papua Barat Daya bukan sekadar ajang seremonial belaka, melainkan titik awal bagi gerakan pemberdayaan perempuan di wilayah Kepala burung.
PWKI kini tak lagi ingin dipandang sebagai organisasi berbasis iman yang pasif. Penasehat DPC PWKI, Jemima Elisabeth, menegaskan bahwa organisasi ini harus bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang nyata. Fokus utamanya jelas: ketahanan keluarga dan pendidikan moral.
"PWKI adalah mitra strategis. Kami hadir untuk memastikan perempuan memiliki suara dalam pembangunan daerah, mulai dari pembinaan iman hingga program inovatif yang menjawab tantangan zaman," ujar Jemima.
Ia menyoroti bahwa di era digital ini, PWKI dituntut untuk lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika sosial, tanpa meninggalkan akar nilai-nilai Kristiani yang menjadi fondasi gerakan mereka.
Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, yang hadir memberikan dukungan penuh, menekankan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendirian. Baginya, perempuan adalah "arsitek" di balik kualitas generasi masa depan.
"Keberhasilan pembangunan bukan cuma soal angka di atas kertas kebijakan, tapi soal bagaimana organisasi seperti PWKI bergerak di akar rumput untuk melahirkan generasi berkualitas," tegas Septinus.
Dengan pelantikan ini, DPC PWKI se-Papua Barat Daya diharapkan tidak lagi terjebak pada kegiatan rutin yang bersifat formalitas, melainkan lebih banyak turun ke lapangan untuk membawa dampak nyata bagi masyarakat, gereja, dan bangsa.(Red)