Warga Moisigin Palang Jalan, Tuntut Perbaikan Jalan yang Rusak Bertahun-tahun
Warga Kampung Klasof, Distrik Moisigin, Kabupaten Sorong, melakukan aksi pemalangan jalan utama sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Meski aksi ini telah menutup beberapa akses jalan utama, operasional perusahaan kelapa sawit di wilayah tersebut tetap berjalan normal, sehingga memicu kekecewaan warga sekitar.
Kerusakan jalan ini telah terjadi sejak tahun 2008, bertepatan dengan dimulainya operasional perusahaan kelapa sawit di daerah itu. Pemuda Kampung Klasof, Norbertus Jems Lewuk, mengatakan warga telah berulang kali meminta perbaikan sejak tahun 2019, baik kepada perusahaan maupun pemerintah, namun tidak ada tanggapan serius.
“Jalan ini rusak sangat parah dan itu juga akses utama oleh masyarakat, mulai dari anak sekolah, ke kantor, bahkan mau ke rumah sakit saja susah lewat,” ujar Jems.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sorong, Ismawati, melihat langsung aksi pemalangan tersebut. Ia menyampaikan ketidakseriusan perusahaan dalam menanggapi keluhan warga.
"Kami melihat meskipun warga memalang beberapa lokasi jalan utama, namun perusahaan tetap beroperasi. Kami bertanya ke masyarakat, ternyata ada akses jalan lain yang bisa dilalui oleh perusahaan sehingga tidak ada efek jera," kata Ismawati.
Meski perbaikan jalan adalah ranah Komisi III, Ismawati menegaskan bahwa Komisi II merasa perlu menyampaikan aspirasi warga kepada pemerintah daerah. Ia mendesak pemerintah untuk segera menegur perusahaan sawit, memfasilitasi mediasi, dan memastikan adanya kontribusi nyata dari perusahaan, setidaknya dalam bentuk penimbunan jalan.
"Mengingat dalam waktu dekat sudah memasuki Natal, jalan ini pasti sangat tidak berfungsi bagi masyarakat setempat. Paling tidak dalam waktu dekat ada penegasan agar masyarakat bisa mengakses jalan tersebut dan aktivitas mereka lancar," tambahnya.
Tokoh masyarakat Moisigin, Sadrak Kalawen, berharap pemerintah daerah dan perusahaan kelapa sawit dapat menanggapi aspirasi masyarakat dengan serius. “Jangan sudah disampaikan kemudian tidak dilaksanakan oleh pihak pemerintah dan perusahaan,” ujar Sadrak.
Warga berharap, dengan adanya perhatian DPRD, pemerintah dan perusahaan dapat segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki jalan, sehingga aktivitas sehari-hari warga tidak lagi terhambat.
(Rabin.Y)