Warga Umiyal Halmahera Tengah Bakar Rumah di Pulau Sain, Protes Klaim Wilayah Raja Ampat

Warga Umiyal Halmahera Tengah Bakar Rumah di Pulau Sain, Protes Klaim Wilayah Raja Ampat

Klaim sepihak dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang menyatakan tiga pulau, yaitu Sain, Kiyas, dan Piyai, masuk dalam wilayah Kabupaten Raja Ampat, memicu kemarahan warga Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, Halmahera Tengah. Sebagai bentuk protes, warga membakar lima rumah yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Raja Ampat pada Sabtu (20/9) kemarin.

Dalam sebuah video berdurasi 3:19 menit yang di unggah akun Malut Post (21/9) terlihat Kepala Desa Umiyal bersama Ketua Badan Musyawarah Kampung (BAMUSKAM) dan ratusan warganya melancarkan protes keras. Ketua BAMUSKAM Desa Umiyal mengungkapkan kekecewaan warga atas klaim tersebut.


"Protes ini dilakukan oleh warga sebab kesal dengan klaim Pemerintah Kabupaten Raja Ampat terhadap tiga pulau yang berada di Pulau Gebe," ujarnya

Aksi pembakaran lima unit rumah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan karena warga menganggap Pulau Sain merupakan hak ulayat mereka. "Kami membakar lima unit perumahan yang dibangun oleh pemerintah Raja Ampat karena merupakan hak ulayat masyarakat Desa Umiyal. Bahwa Sain adalah hak masyarakat Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara," tegasnya.

Dalam video tersebut, seorang perwakilan warga yang mengaku sebagai ketua BAMUSKAM Desa Umiyal menyatakan tekad mereka untuk mempertahankan pulau-pulau tersebut. "Kami akan mempertahankan Pulau Sain ini sampai kapan pun. Sekalipun darah akan menetes di atas tanah Pulau Sain, kami tetap siap untuk bertempur," ujarnya.

Aksi ini juga merupakan respons kekecewaan warga setelah mendengar informasi dari Bupati Raja Ampat dan Gubernur Papua Barat Daya mengenai rencana pengambilalihan tiga pulau, yaitu Pulau Piyai, Pulau Sain, dan Pulau Kiyas.

"Ini merupakan tindakan rasa kekecewaan dari masyarakat Desa Umiyal yang mendengar informasi dari Bupati Raja Ampat dan Gubernur Papua Barat Daya untuk mengambil tiga pulau," imbuhnya.

Ia melanjutkan, "Kami merasa tidak pantas untuk diambil kembali. Kami menolak keras dan menyatakan bahwa Sain adalah milik kita, Piyai adalah milik kita, Kiyas adalah milik kita, masyarakat Desa Umiyal, Desa Sanabdi, Desa Umera, dan Desa Gemia, Kecamatan Pulau Gebe. Kami akan selalu berjuang, sekalipun darah menetes di tanah Pulau Piyai, Pulau Sain, dan Pulau Kiyas. Sampai kapan pun kami tetap bersikeras untuk berdiri di tanah ini, apa pun yang terjadi." (ZW)